Nasional

Dokumentasikan Perubahan Sosial, Kemendikbud Luncurkan Program Rekam Pandemi

JAKARTA – Guna menstimulus dan jaring pengaman sosial bagi pekerja seni dan budaya yang terdampak Covid-19, khususnya dokumenteris, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan “Program Rekam Pandemi”. Program ini merupakan rekaman dokumentasi perubahan sosial yang sedang terjadi di masyarakat Indonesia pada masa pandemi Covid-19, pada April hingga Juni 2020.

Bekerjasama dengan Asosiasi Dokumenteris Nusantara (ADN), Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid menjelaskan sebanyak 300 dokumenteris telah mendokumentasikan perubahan signifikan sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Yaitu perubahan dalam menghadapi pandemi global terbesar dalam kurun waktu hampir satu abad terakhir.

“Selama bulan Mei-Juli 2020 akan dihasilkan 2.400 menit video pendek yang merekam tema: Belajar di Rumah, Religi dan Mitos/Mistis, Lebaran/Coronasiana. Juga Usaha Mandiri, Perubahan Perilaku Keluarga, Gotong Royong, Kreativitas, dan Isu Lingkungan. Dari Aceh sampai ke Papua,” jelas Hilmar, di Jakarta. (kemdikbud.go.id, 25/6/2020).

Selanjutnya Hilmar mengatakan rekam pandemi ini merupakan bentuk karya dari para pekerja seni. Khususnya komunitas ADN di tengah keterbatasan akibat Covid-19, masih mampu berkontribusi melalui karya mendokumentasikan kehidupan baru setelah atau selama Covid -19.

“Saya sudah menyaksikan rekaman dari teman-teman yang luar biasa. Hasilnya bisa melihat segi-segi kehidupan selama Covid-19 dari berbagai sudut pandang, pengalaman, dan di tempat yang berbeda-beda,” lanjutnya.

Disampaikan juga ragam yang ditampilkan dalam Rekam Pandemi ini sangat banyak. Baik dari segi bentuk kehidupan maupun cara ekspresinya. Rekaman menghadapi Covid-19 akan membantu melengkapi pemahaman mengenai situasi yang dihadapi bersama saat ini.

Sementara itu, Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru Kemendikbud, Ahmad Mahendra mengatakan dokumentasi ini telah diintegrasikan dengan program “Belajar dari Rumah”. Bekerjasama dengan Televisi Republik Indonesia (TVRI) telah diluncurkan pada 13 April 2020.

“Program ini juga akan tayang di TVRI setiap sabtu pukul 8.30 sampai jam 9.00 selama delapan minggu. Kemarin periode yang pertama sudah tayang,” kata Ahmad Mahendra.

Pada saat yang sama, Ketua ADN Tonny Trimarsanto menjelaskan program Rekam Pandemi ini setidaknya mewakili cara tutur audio visual kekayaan budaya Indonesia. Pola perekaman yang dikemas dalam film dokumenter pendek ini dilakukan oleh anggota ADN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Jadi, persoalan-persoalan yang sangat lokal, spontan dan sehari-hari sebagai bagian dari perubahan sosial masyarakat di masa pandemi Covid 19 ini. Direkam oleh mereka yang berada terdekat dengan peristiwanya sehingga akan terasa keberagaman yang sangat kaya dari karya-karya ini,” ungkap Tonny.

Program “Rekam Pandemi” akan tayang di TVRI setiap hari Sabtu dan Minggu mulai tanggal 20 Juni pukul 08.30. Serta dapat diakses melalui situs: http://rekampandemi.kemdikbud.go.id, dan seluruh akun media sosial @budayasaya: Youtube, Facebook, dan Twitter. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?