Inovasi

Luar Biasa, Unpad Raih 104 Hibah Riset Terkait Penanganan Covid-19

BANDUNG – Dengan pembiayaan yang diperoleh melalui hibah riset dari sejumlah sumber pendanaan pembiayaan, Universitas Padjadjaran (Unpad) telah melakukan lebih 104 penelitian dan inovasi mengenai Coronavirus disease 2019 (Covid-19). Penelitian dilakukan oleh para dosen Unpad dari berbagai fakultas dengan sudut pandang keilmuan yang beragam.

Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti, mengatakan banyaknya hibah riset yang diserap Unpad untuk meneliti merupakan wujud dari upaya Unpad seoptimal mungkin melakukan hal positif di tengah pandemi virus Corona. Hal itu merupakan komitmen Unpad untuk selalu berkontribusi melalui sumber daya yang kami miliki dalam membantu penanganan pandemi Covid-19 serta memutus mata rantai penularan virusnya.

“Unpad memiliki kompetensi penelitian di berbagai bidang ilmu, dan itu kami kontribusikan untuk kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Penelitian antara lain dikaji dari aspek kedokteran, farmasi, keperawatan, kedokteran gigi, psikologi, ekonomi, matematika. Serta sosial politik, komunikasi, geologi, pertanian, perikanan, hukum, ilmu budaya, dan lainnya. Sumber dana riset berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kemudian dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)-BRIN, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Total dana hibah yang diterima mencapai Rp 6,75 miliar.

Salah satu penelitian yang dilakukan adalah “Studi Farmakologi Molekular Kinin, Klorokuin dan Hidroksiklorokuin sebagai Terapi Potensial untuk Infeksi Covid-19” dan “Uji Klinik Multisenter Kina dan Hidroksiklorokuin untuk Pengendalian Covid-19 di Indonesia” yang dilakukan oleh Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt.

Ada pula inovasi Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Unpad yang menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, yaitu “Desain dan Uji SPR Biosensor Penangkap Virus SARS-CoV2 untuk Deteksi Dini Covid-19” atas nama Prof. Dr. Toto Subroto, MS. Serta inovasi Muhammad Yusuf, Ph.D. berupa “Micro-chip for Covid-19 Detection Based on Surface Plasmon Resonance”. Juga “Inovasi, Produksi, serta Uji Sampel Rapid Test Assured Deteksi Antigen Covid-19 Berbasis Protein Desain dan Antibodi IgY”.

Peneliti dari bidang kedokteran, Bachti Alisjahbana, dr. Sp.PD-KPTI., Ph.D., melakukan penelitian berjudul “Eksplorasi Parameter Hematologi dan Penanda Inflamasi sebagai Prediktor Diagnosis Covid-19 yang Praktis dan Bisa Diimplementasikan”. Sementara Pusat Studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan meneliti “Mitigasi Dampak Sosial-Ekonomi Terhadap Masyarakat Jawa Barat: Kajian Kerentanan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Sebagai Dampak dari Pandemik Covid-19 di Jawa Barat”.

Dari aspek hukum, Dr. Zainal Muttaqin, SH., MH. meneliti “Pajak Penghasilan Pelaku Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik: Kajian Perpu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara untuk Penangangan Covid-19”. Sedangkan salah satu riset dari aspek komunikasi dilakukan Dr. Yanti Setianti, M.Si. tentang “Model Komunikasi Publik Pemerintah Dalam Manajemen Krisis Covid-19 untuk Meraih Kepercayaan Publik”. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?