Daerah

Dosen Prodi Bimbingan Konseling Universitas Ivet Terbitkan Karya Literasi

SEMARANG - Buku merupakan hal penting dalam dunia pendidikan. Hal itu menjadikan banyak penulis membuat sebuah karya literasi tentang materi pendidikan. Seperti dilakukan dua dosen Ivet University, Semarang ini.  Sebagai bentuk kepedulian tentang pendidikan dosen Prodi Bimbingan Konseling menerbitkan buku dengan judul Konseling Krisis dan Traumatis, buku tersebut merupakan hasil karya literasi dari Dra. Banun Sri Haksasi, M.Pd dan Widya Novi Angga Dewi S.Psi., S.Pd., M.Pd, Kons.

Dilansir dari laman ivet.ac.id (12/6/2020), Dra. Banun Sri Haksasi, M.Pd mengatakan tujuan diciptakannya karya ini untuk memberikan informasi mengenai apa itu konseling krisis dan traumatis. Kemudian juga untuk menambah referensi tentang konseling krisis dan traumatis serta membantu mahasiswa mendapatkan informasi tentang konseling krisis dan traumatis itu sendiri.

Melihat karya kedua dosen itu, Rektor Universitas Ivet Prof. Dr. Rustono, M.Hum. menyatakan sangat bangga terhadap para dosen di lingkungan Universitas Ivet. Dikatakan Dr. Rustono, buku itu juga bisa menjadikan bahan ajar kepada mahasiswa dan juga sebagai informasi tentang bagaimana dalam menghadapi masalah saat krisis dan menghilangkan trauma pasca krisis tersebut.

Selain itu juga menjadikan pacuan bagi dosen-dosen yang lain untuk dapat membuat karya literasi dengan judul dan tema lain sesuai dengan prodinya. Bahkan dengan adanya karya literasi tersebut dapat juga menambah nilai dalam akreditasi di prodi tersebut.

“Maka dari itu ini sebagai bahan acuan bagi semua prodi untuk dapat membuat karya literasi agar bahan ajar dan nilai akreditasi makin bagus,” ujarnya dalam acara 'Lounching dan Bedah Buku Konseling Krisis dan Traumatis', Jumat (12/6/2020).

Di tengah Pendemi Covid 19 ini seorang dosen harus memiliki inovasi yang lebih agar ilmu yang sudah didapat tidak hanya disampaikan untuk mengajar saja. Melainkan bisa untuk di kembangkan dalam bentuk karya literasi dan tentunya juga menambah nilai tersendiri. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?