Advertorial Daerah

Latihan Hanya Tiga Hari, Pulang Bawa Prestasi

MAGELANG – Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang, Jawa Tengah mempunyai deretan prestasi pada penghujung 2019 lalu. Mulai dari lomba cerdas cermat hingga fotografi. Termasuk, Desember lalu mendapat juara 2 lomba Healthy Competition tingkat Kota dan Kabupaten Magelang.

"Lomba itu yang menyelenggarakan dari fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang,” kata Guru Pembina PMR dan UKS SMA Mutual, Aang Nur Andri, S.E.

Pesertanya dari SMK, SMA dan MA yang mengikuti empat perlombaan diantaranya wash hand dance, lomba poster, cerdas cermat dan lomba penanganan korban.

Alhamdulillah kita mendapat dua kemenangan, lomba poster juara 2 dan lomba cerdas cermat juara 3. Siswa kami yang mengikuti dari kelas 10 dan 11,” ujarnya.

Menurutnya, prestasi tersebut merupakan sebuah kebanggan untuk guru, terutama bagi siswa yang mengikuti PMR dan UKS. Menariknya, siswa hanya menggunakan waktu selama tiga hari untuk persiapan dan berlatih sebelum mengikuti perlombaan, namun kenyataannya dapat memperoleh prestasi.

“Siswa sangat antusias dan semangat dan latihannya pada saat malam,” imbuhnya.

Ditambahkannya, edukasi kesehatan sangat penting dan tingkat kesadarannya masih perlu ditingkatkan. Salah satunya dalam hal sampah yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan.

Selain prestasi dalam hal kesehatan, catatan prestasi lainnya juga diperoleh dalam lomba fotografi. Perlombaan dengan tema Lingkungan dan Teknologi tersebut diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia.

“Jadi ada keterkaitan antara lingkungan, ekonomi dan informasi teknologi, hal yang disorot ada kegiatan ekonomi, ada unsur lingkungan teknologinya. Kebetulan ada lima siswa yang sangat minat untuk mengikuti lomba tersebut dan kami mendapat juara 2,” kata Guru Pembimbing lomba Fotografi, Endang Susilawati, S.Pd.

Salah satu guru PKN, Nanik Suharti, S.Pd menambahkan, siswa juga mendapat prestasi dalam lomba cerdas cermat tingkat Kota setempat, terkait empat pilar kebangsaan. Ada sepuluh siswa yang mengikuti perlombaan, terdiri dari kelas 10 dan 11.

“Ini suatu kebanggaan dan saya tidak menyangka ternyata para siswa mempunyai suatu pemikiran yang maju sekali. Ternyata siswa kita tidak kalah dengan siswa negeri, di dalam menyampaikan pendapatnya itu dengan runtut dan bagus sekali,” kata Nanik.

Dirinya merasa kaget ketika melihat potensi siswa yang mampu bersaing dan berani berbicara di depan umum.

“Mental siswa kita sangat luar biasa dan membuat salut guru. Babak pertama kita bersaing dengan SMAN 5 Magelang dan kita menang, selanjutnya kita bersaing dengan SMA N 1 Magelang dengan selisih yang tak seberapa, namun kita kalahnya saat soal rebutan,” urainya.

Kepala SMA Mutual, Icuk Salabiyati, S.S mengatakan, ternyata bakat siswa bisa tergali dari ajang kompetisi. Kalau tidak melalui kompetisi, terkadang tidak mudah bagi guru untuk bisa melihat bakat, potensi, passsion dan seberapa jauh kemampuan siswa.

“Tolak ukur untuk mengetahui itu ya salah satunya melalui kompetisi. Ketika ada perlombaan di luar dan informasinya masuk ke kita, sering kali kita langsung arahkan kepada siapa saja yang mampu untuk berkompeten,” kata Icuk. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?