Opini

Passion atau Bakat

Siedoo, Ada kalanya passion tidak harus kita ikuti. Sebab bisa jadi apa yang kita anggap passion ternyata bukan bakat yang terpendam di diri kita.

Memang sih ada banyak orang yang beruntung dikaruniai bakat yang sesuai dengan passion-nya. Namun ada juga yang tidak.

Akhirnya, banyak orang yang mengembangkan skills yang sejalan dengan passion-nya. Meskipun bakatnya sendiri dalam bidang tersebut tidak luar biasa. Karena passion-nya mendorongnya untuk terus melatih skills tersebut.

Contohnya begini. Katakan, seseorang sebenarnya punya bakat menulis. Ia mampu menghasilkan tulisan bagus yang bisa menyentuh hati banyak orang.

Namun di pikirannya, menulis itu tidak menyenangkan. Menulis hanya sekadar pekerjaan yang harus dilakukan demi dibayar atau mendapatkan nilai. Ini yang namanya tak mengenali bakat yang sebenarnya dimiliki.

Padahal, jika pekerjaan munulis itu dibuat dengan menyenangkan, kemudian kamu menyadari bahwa dari menulis kamu bisa banyak mendapatkan sesuatu, itu akan lebih baik.

Dengan begitu kamu akan melakukan sesuatu yang sesuai bakat dan bisa menjadi passion kamu yang sebenarnya.

Sebab, passion itu adalah sesuatu yang bertahan dan bukan sekadar tren. Jadi jangan sampai kamu malah menganggap sesuatu yang sedang happening malah jadi passion kamu.

Justru ada masanya sesuatu digilai banyak orang dan mendapatkan antusiasme yang besar, untuk kemudian dilupakan. Kita juga kadangkala melakukan sesuatu karena sedang suka. Tetapi tak lama kemudian bosan atau frustrasi bila sulit dilakukan dan lalu ditinggalkan. (*)

Mohammad Subagio

Founder & CEO MSCO Management Training

(Disarikan dari berita di website ui.ac.id)

Apa Tanggapan Anda ?