Advertorial Daerah

Penguatan Pendidikan Karakter, Siswa SMK Satria Dikirim ke Dodik Bela Negara

MAGELANG  - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Satria Kota Magelang, Jawa Tengah berupaya menunjang penguatan pendidikan karakter. Salah satu langkahnya mengirim para siswanya ke Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro selama dua hari, Jumat - Sabtu (13 - 14/12/2019).

“Dilatarbelakangi oleh peningkatan kedisplinan anak, setelah satu minggu mereka tes ada refreshing­-nya dan ada unsur materinya. Kedepannya siswa kami menjadi lebih baik. semoga menjadi produk yang berhasil, bukan produk gagal,” kata Kepala SMK Satria Magelang, Zainal Abidin, S.T.

Ditambahkannya, kegiatan ini merupakan perdana bagi pihak sekolah. Rencananya, siswa baru akan diikutkan. Sedangkan, bagi siswa yang akan lulus nantinya bisa menjadi bekal menghadapi dunia kerja, industri, melanjutkan ke perguruan tinggi atau berwirausaha.

Sebanyak 158 siswa dikuatkan dalam hal disiplin, nasionalisme, cinta tanah air, tanggung jawab, baris berbaris, saling peduli, dan menghargai.

Komandan Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro, Letkol Infanteri Tentrem Raharjo mengatakan, materi yang disampaikan kepada siswa berkaitan dengan karakter, disiplin, kepemimpinan, sikap saling menghargai dan bisa memberikan cermin yang positif untuk siswa.

“Kalau sifatnya untuk militerisasi, tidak ada. Kita sifatnya untuk mendidik karakter, jiwa pemimpin, semangat juang dan cinta NKRI atau nasionalisme,” kata Tentrem.

Dijelaskan, pihaknya sebatas sebagai pendidik, pelatih, pendamping yang melakukan pendekatan secara persuasif dalam mendidik kepada siswa.

“Kalau fisik, kita sifatnya untuk menjaga kebugaran, kesehatan dan melatih dia (siswa) untuk disiplin. Kita disiplinkan mulai dari bangun pagi, sholat subuh, olahraga dan sebagainya, itulah untuk menanamkan disiplin kepada mereka,” jelasnya.

Dirinya menerangkan, Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro cukup relatif dalam hal memberikan materi. Mulai dari level pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi maupun karyawan, memberikan materi yang sudah disesuaikan jenjangnya.

“Harapannya nanti berdampak hal positif bagi sekolah, dalam artian membantu guru mendidik dan mengarahkan untuk mempersiapkan masa depan mereka.,” ujarnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?