Seleksi CPNS tahun lalu. l foto : tempo.co

Nasional

41.219 Pelamar Perebutkan 2.196 Formasi CPNS di Kemendikbud

Iklan SMA Mutual

JAKARTA - Tercatat ada 41.219 pelamar yang telah mendaftarkan diri untuk seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hingga Jumat 29 November. Jumlah pelamar tersebut akan memperebutkan 2.196 formasi yang tersebar wilayah kerja Kemendikbud di seluruh Indonesia.

Dilansir dari kemendikbud.go.id, sebanyak 33.606 pelamar telah mendaftar CPNS Kemendikbud nonpendidikan tinggi yang memperebutkan 202 formasi. Sedangkan 7.613 pelamar sisanya mendaftar untuk lingkup pendidikan tinggi yang memperebutkan 1.994 formasi.

Angka itu kemungkinan akan bertambah hingga seminggu ke depan untuk formasi di lingkup pendidikan tinggi sejak bergabungnya kembali pendidikan tinggi ke Kemendikbud di era pemerintahan saat ini.

Kepala Bagian Perencanaan dan Pemetaan Kompetensi Biro Sumber Daya Manusia Kemendikbud, Hanjar Basuki mengatakan, saat ini masih dilakukan proses verifikasi seleksi administrasi CPNS Kemendikbud. Sekitar 300 pegawai Kemendikbud dikerahkan untuk proses verifikasi tersebut dan dilakukan secara bertahap.

“Mayoritas pelamar tidak kesulitan melakukan pendaftaran secara online, khususnya dalam meng-upload dokumen yang dipersyaratkan,” ujar Hanjar di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Menurut Hanjar, jumlah pelamar Kemendikbud tersebut sebenarnya sangat tergantung pada formasi yang dibuka oleh Kemendikbud itu sendiri. Misalnya, tahun ini terdapat penerimaan CPNS Kemendikbud bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), jumlah pelamarnya sekitar 15 ribu pelamar.

“Ini sangat luar biasa, sangat jarang untuk formasi SMA/SMK dan memang potensinya (pelamar) sangat banyak,” tuturnya.

Hanjar mengimbau bagi pelamar CPNS Kemendikbud atau di luar Kemendikbud untuk benar-benar memperhatikan persyaratan administrasi yang diminta oleh instansi masing-masing.

Contohnya jika dokumen yang diminta oleh instansi dalam bentuk asli maka pelamar harus mengunggah dokumen tersebut dalam bentuk asli bukan fotokopi.

Melansir dari kompas.com, Menurut Kasubbag Hubungan Media dan Antar Lembaga Badan Kepegawaian Negara (BKN), Diah Eka Palupi, banyak pelamar kurang teliti dalam mengunggah datanya.

"Kalau untuk kendala, salah satu yang paling banyak adalah soal salah input foto, data, dan dokumen," kata Diah.

Kebanyakan pelamar CPNS melakukan kesalahan dalam input foto adalah foto selfie atau swafoto dengan KTP. Kebanyakan pelamar berfoto sendiri tanpa menunjukkan KTP-nya.

Beberapa instansi juga mewajibkan latar belakang foto dengan warna tertentu dan beberapa pelamar tidak mengikuti persyaratan tersebut.

Lalu kesalahan input data mencakup data-data umum kepesertaan, seperti nama, tanggal lahir, pendidikan, dan lain sebagainya.

Kesalahan paling banyak dalam input dokumen mencakup kesalahan mengunggah ijazah yang dipersyaratkan, SKCK, KTP, dan banyak lagi.

Lalu ada 10 instansi dengan pelamar terbanyak. Hal ini sebagaimana unggahan dari BKN dalam Twitternya.

"#SobatBKN, update data pelamar seleksi #CPNS2019 per 27 November 2019 pukul 15:43 WIB. Sudah Membuat Akun 4.994.056," cuit BKN dalam akun Twitternya, @BKNgoid.

Berikut 10 instansi pelamar terbanyak hingga 27 November:

1. Kementerian Hukum & HAM : 708.488 orang

2. Kementerian Agama : 128.620 orang

3. Kejaksaan Agung : 70.584 orang

4. Pemerintah Provinsi Jawa Timur : 57.314 orang

5. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah : 53.908 orang

6. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta : 50.528 orang

7. Mahkamah Agung RI : 46.070 orang

8. Pemerintah Provinsi Jawa Barat : 36.364 orang

9. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan : 29.681 orang

10. Kementerian Kesehatan : 29.299 orang. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?