Advertorial Daerah

TK IT Asy Syaffa Kota Magelang Terapkan Berbagai Metode Hafalan pada Anak

MAGELANG – Taman Kanak Kanak (TK) Islam Terpadu (IT) Asy Syaffa Kota Magelang, Jawa Tengah mendidik anak - anak dalam menghafal Al-Qur’an menggunakan berbagai metode, seperti talaqi, kauny, tabarak dan lainnya.

Waka Kesiswaan TK IT Asy Syaffa, Indayani, S.Pd menyatakan, metode tersebut tak lain jugaberawal dari visi sekolah guna mewujudnya generasi pecinta Al-Qur’an, berwawasan lingkungan dan cinta tanah air.

"Dari situ kita punya program unggulan kelas Tahfid. Anak ditargetkan lulus sudah hafal juz 30,” akunya.

Dijelaskannya, anak - anak diberikan beraneka ragam metode pembelajaran, contohnya talaqi. Anak hanya melihat gerakan bibirnya guru dan anak langsung menirukan. Kelebihannya, anak yang belum bisa baca Al-Qur’an, bisa menghafal.

Ada metode kauny, anak- anak diajarkan mengerti arti ayat  dengan gerakan tangan atau tubuh. Hal tersebut membantu sekali untuk guru, khususnya di surat - surat pendek.

“Untuk menjembatani hafalan yang panjang, kita pakai metode semi tabarak, tidak tabarak murni,” tuturnya.

Metode semi tabarak tersebut, guru hanya sebagai fasilitator dan lebih ke medianya berupa audio visual yang ditampilkan di monitor LED.

“Metode ini medianya terbatas dalam audio visual saja, kita butuh inovasi pembelajaran. Jadi kita bikin murajaah anak menyenangkan melalui game, tapi basicly kita sudah punya metode – metode tadi," jelasnya.

"Hanya ini sebagai penguatan, jika anak sudah hafal, bagaimana caranya anak itu bisa diketahui seberapa jauh hafalan itu melekat di anak. Kita pakai Utiku Asyik (Ular tangga iman taqwaku asyik),” tambahnya.

Diterangkannya, sebuah game iman takwa yang dirangkup dalam media permainan ular tangga. Ketika guru menginstruksikan tebak gambar nama surat, guru hanya mengambil kartu gambar, anak sudah bisa mengidentifikasi atau menebak nama suratnya.

Ketika sambung ayat, anak bisa mengetahui lanjutan dari ayat yang dibaca oleh guru, tanpa guru sebelumnya memberi tahu nama suratnya. Anak - anak tidak merasa menghafal itu seperti beban, karena hal tersebut dibentuk dalam sebuah permainan.

“Anak – anak itu seperti tidak sadar sedang dites untuk diketahui sejauh mana pengetehuan mereka tentang pencapaian hafalannya,” imbuhnya.

Selain itu, TK IT Asy Syaffa  Kota Magelang sering mendapat kunjungan dari beberapa satuan pendidikan lain yang merupakan kegiatan studi banding. Kunjungan tersebut untuk mempelajari tentang pembelajaraan dan pengelolaan TK IT Asy Syaffa Kota Magelang.

“Kalau saat datang, mereka melihat cara guru dan karyawan dalam menyambut anak. Setelah itu observasi pembelajaran di kelas, jadi mereka melihat bagaimana cara guru mengajarkan anak - anak agar bisa hafal juz 30,” kata Staf Tata Usaha TK IT Asy Syaffa, Maulidatul Khasanah, S.Si.

Ditambahkannya, pihak luar merasa kagum terhadap anak - anak yang sangat tertib. Hal itu dikarenakan anak – anak dilibatkan dalam membuat peraturan. Guru dan anak - anak bermusyawarah bersama dalam membuat aturan yang akan dipatuhi bersama.

“Kalau mereka membuat sendiri, secara naluri mereka akan bertanggung jawab atas keputusannya sendiri,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?