Advertorial Opini

Generasi Muda Perlu Paham Sosok Pahlawan

Siedoo, Sosok pahlawan yang diharapkan pada era saat ini, jujur itu pasti. Dan, bisa menjadi teladan. Dalam menumbuhkan sifat – sifat kepahlawanan kepada generasi muda, dilakukan pamahaman sejarah terlebih dulu.

Ketika Sumpah Pemuda dikaitkan dengan memberanikan diri untuk bersatu, zaman dulu belum ada sms dan whatsapp. Tapi, mau berkumpul dan menyatakan kita satu, Bhineka Tunggal Ika.

Setelah memahami sejarah, baru kita merasakan akan muncul untuk meniru keteladanan mereka. Harus ada pemahaman tentang siapa sosok Bung Karno, Bung Hatta dan yang lainnya.

Makanya ada teman – teman yang melombakan biografi Bung Karno, itu bagus. Meskipun hanya membacakan tapi setidaknya bisa mengetahui, ketika sudah membaca perlu adanya diskusi. Generasi muda harus ada selingan untuk membaca dan mempelajari buku – buku biografi para pahlawan kita. Hal itu harus terus berlanjut untuk semua lini, sampai tingkat NKRI paling bawah di keluarga.

Pesan untuk para generasi muda penerus bangsa, jangan ikut-ikutan model yang kita tidak bisa adopsi secara langsung. Artinya, kita hargai dan nguri –uri budaya kita. Jangan untuk membawa budaya dari luar yang lainnya.

Kita pakai budaya seperti budaya mengantri, budaya isin membuang sampah di kali, budaya membaca. Budaya sekarang yang dirasa hilang, itu budaya gotong royong. Mestinya kini budaya gotong royong itu yang harus dimunculkan kembali.

Terkait dengan DPRD yang tupoksinya budgeting, pengawasan dan legislasi, tapi di sisi lain posisi kita sebagai public figure. Di dalamnya kita berkeinginan memasukkan beberapa hal kegiatan yang terkait dengan kepemudaan.

Kita sudah punya undang – undang pemuda, salah satunya kita masukkan ke posisi bagaimana menghargai dan memahami sejarah pahlawan kita. Kalau dilihat dari 28 Oktober terus ke 10 November, sebenarnya kaitannya banyak.

Pada 28 Oktober untuk Sumpah Pemuda. Ini juga diaplikasikan ke kehidupan kita, itu sama dengan penghargaan kepada para pendiri bangsa. Edisi 10 November, kaitannya bagaimana berdarah-darahnya di Surabaya, Bung Tomo saat itu generasi muda juga.

Kebanyakan generasi – generasi muda yang harus kita tampilkan, karena generasi muda ini generasi penggerak, generasi penggebrak perubahan. Dalam fungsi kita sebagai DPRD, kita dorong OPD untuk menguatkan nasionalisme.

Termasuk di kita ada Komunitas Juang, organisasi yang belum masuk ke partai politik, tapi pemahamannya bagaimana kita nantinya di masyarakat. Terdiri dari generasi muda dan lingkupnya se-Jawa Tengah.

Salah satu sosok pahlawan yang saya kagumi ialah Bung Karno, visionernya dan beliau bukan hanya bicara duniawi saja. Andai diberi dua nyawa, maka akan dibaktikan kepada Allah SWT, selain itu juga kepada nusa dan bangsa. (*)

 

 

*Budi Prayitno

Ketua DPRD Kota Magelang, Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?