Daerah

Disdikbud Kota Magelang Petakan Seniman Setempat

MAGELANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Jawa Tengah mengadakan lomba kesenian Teater Tradisional dan Lomba Tari Tradisional di Gedung Olahraga Samapta, Kamis (31/10/2019). Acara tersebut diikuti kelompok peserta yang menjadi Duta Seni Kelurahan dari masing – masing kelurahan.

“Potensi masyarakat itu banyak, kita harus memberi ruang bagi meraka untuk menunjukkan berkarya dan pengembangan. Kalau kita tidak sediakan ruang itu, mereka kurang bisa berkembang,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Magelang, Sugeng priyadi, S.E.

Ditambahkannya, pihaknya mengharapkan kepada masyarakat untuk melahirkan kearifan lokal yang diwujudkan dalam seni. Berbagai macam seni seperti dalam bentuk drama atau teater dan seni tari, tapi dengan membawa kearifan lokal.

“Harapan yang paling utama, kita tahu siapa kita. Maksudnya, kita sebenarnya punya potensi kesenian yang sangat bagus. Ajang ini, kita ingin menunjukkan bahwa sebenarnya kita memilki dan itu terbukti ketika kita mengikuti event di luar daerah sering mendapat juara. Kemarin (19/10/2019) di Kulon Progo kita Juara 1 lomba kirab seni tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” tuturnya.

Selain itu, ajang ini juga sebagai pilot project yang diharapkan masyarakat dan pemerintah bersatu padu untuk bisa lebih mengangkat kesenian masyarakat di Kota Magelang dan bisa diadakan setiap tahunnya.

“Hari ini kita terbuka lebar matanya, bahwa ternyata kita memiliki seni budaya yang tidak kalah dengan daerah – daerah lain. Mulai hari ini kita berharap ini menjadi awal untuk kita nanti menunjukkan diri kita, bukan seni – seni yang mengadopsi daerah lain, tapi seni yang memang lahir oleh masyarakat Kota Magelang,” ujarnya.

Dalam ajang perlombaan seni tradisional tersebut ada tiga hal dalam penilaian. Diantaranya kultural yang ada nilai konten lokalnya, kreatifitas dan bisa terkomunikasikan dengan baik.

Salah satu juri lomba Dr. Dr. Eko Eko Supriyanto, M.F.A mengaku, event seperti ini perlu digalakkan dan justru ditambah jika perlu. Hal tersebut akan memacu kreatifitas dan memetakan seniman – seniman, khususnya di Kota Magelang.

“Kalau ngomongin seni tari sekarang tidak bisa dianggap hanya sebagai hobi. Contohnya saya sendiri menjadi penari dan menjadi profesional tidak sekedar hobi, ini bisa menafkahi,” kata Eko yang juga pernah membawa Seni Tari Soreng Kabupaten Magelang ke Istana.

Dosen ISI Solo tersebut menyampaikan, untuk membuat banyak event dan lebih selektif lagi dalam kurasi. Jika ada yang bagus dan punya potensi harus di-support dan didampingi untuk bisa ikut ajang – ajang nasional atau internasional.

Juara 1 lomba tari diraih Tari Jaranan Kreasi oleh Keraton Kencono, Cawang. Juara 2 dengan Tari Anoman Obong dari Malanggaten Kelurahan Rejowinangun Utara. Juara 3 dengan Tari Babi Hutan (Celeng) dari Rekso Budaya, Paten Gunung Kelurahan Rejowinangun Selatan.

Juara 1 lomba Teater Tradisional diraih Guyon Maton “Sayembara”, Meteseh Tengah Kelurahan Magelang. Juara 2 oleh Fraghmen “Mantyasih”, Nambangan Kelurahan Rejowinangun Utara. Juara 3 oleh Ketoprak “Adeging Sanggrahan”, Sanggrahan Kelurahan Wates. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?