Ilustrasi simbol film. l sumber : pixabay.com

Kegiatan

Bertepatan Hari Sumpah Pemuda, Puncak Penganugerahan Film Pelajar Digelar


JAKARTA - Puncak penganugerahan Gelar Karya Film Pelajar (GKFP) Tahun 2019 akan dilaksanakan di Epicentrum XXI Jakarta bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, pukul 19.00 WIB. Gelaran ini akan disiarkan secara langsung di TVRI.

Dalam GKFP yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini merupakan kali ketiga. Tahun ini mengangkat tema “Semangat Kebhinnekaan Generasi Milenial”.

Dari siswa jenjang SMA/SMK/sederajat sudah mengirim karyanya kepada panitia. Ada 211 sekolah telah mengirimkan 175 film pendek fiksi, 36 film pendek dokumenter, dan 6 film yang tidak disebutkan jenisnya.

“Tentu dari tahun ke tahun kita perbaiki, kita perbesar, dan terutama di tahun ini kita menambahkan kategori,” kata Kepala Pusat Pengembangan Perfilman (Kapusbangfilm) Kemendikbud, Maman Wijaya.

Untuk memublikasikan GKFP, Kemendikbud telah melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah dan juga ke komunitas-komunitas melalui media, yang dimonitor langsung oleh Reza Rahadian selaku Dewan Pengarah GKFP dan Angga Aldi selaku Duta GKFP Tahun 2019.

“Dalam pelaksanaan GKFP ada penambahan (kategori),” ujar Maman.

Diakui GKFP adalah wadah yang sengaja diciptakan untuk para kreator muda, para film maker muda berbakat, di mana mereka belum bisa mengirimkan filmnya ke festival yang lain, ke gelar karya dulu.

“Karena salah satu syarat yang boleh dikatakan mutlak di gelar karya adalah karya itu benar-benar karya baru yang belum dikirim ke festival yang lain,” imbuh Maman.

Sementara itu, Reza Rahadian mengungkapkan bahwa film-film yang masuk nominasi telah melalui seleksi yang panjang, baik seleksi administrasi maupun seleksi oleh tim ahli.

“Seleksi administrasi adalah persyaratan-persyaratan yang sudah ditentukan oleh Pusbang, baik mengenai copyright jangan ada sampai yang memakai lagu-lagu yang sebenarnya mungkin tidak izin,” tandasnya.

“Dari seleksi administrasi dihasilkan 92 film fiksi dan 34 film dokumenter,” tambah Reza.

Reza menambahkan bahwa dalam pelaksanaan GKFP ini juga terdap0at seleksi tim ahli yang menghasilkan 28 film fiksi, dan 22 film dokumenter. Tim ahli bekerja untuk menyeleksi dari apa yang sudah lolos dari seleksi pertama yaitu seleksi administrasi oleh Pusbangfilm.

“Tim ahli sudah kita lihat tadi menentukan siapa-siapa saja kira-kira film apa saja yang layak untuk diserahkan ke dewan juri untuk dinilai sesuai dengan tema yang ada yaitu kebhinekaan di generasi milenial. Lalu seleksi tim dewan juri menghasilkan 15 film fiksi, dan 15 film dokumenter,” jelasnya.

“Selain itu dewan juri sudah memutuskan nominasi untuk dipilih menjadi`6 kategori, 3 dari kategori fiksi, dan 3 dari kategori dokumenter. Untuk hadiahnya yaitu Rp 20 juta untuk film terpilih dan Rp12,5 juta untuk penyutradaan dan penulisan skenario terpilih,” jelas Reza menambahkan.

Duta GKFP Tahun 2019, Angga Aldi Yunanda, mengapresiasi kinerja Pusbangfilm yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak muda melalui penyelenggaraan kegiatan ini.

“Sangat luar biasa, dan berjasa. Tidak cuma bagi saya yang sudah cukup banyak belajar di bidang industri perfilman, tapi juga bagi generasi muda lainnya, terutama melalui GKFP tahun ini,”akunya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?