Advertorial Daerah

Ponpes Ihsanul Fikri Pabelan Peringati HSN dengan Tiga Agenda Besar

MAGELANG  - Pondok Pesantren (Ponpes) Ihsanul Fikri Pabelan, Magelang, Jawa Tengah memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dengan tiga agenda kegiatan dalam tiga hari. Diantaranya, Pawai Santri Ihsanul Fikri pada Minggu (20/10/2019), Istighosah Kubro dan Ifthor Jama’i serta Malam Bersholawat pada Senin (21/10/2019), Tahajud Bersama hingga  upacara HSN dilanjutkan dengan Atraksi PaperMob Santri Ihsanul Fikri pada Selasa (22/10/2019).

Pelaksanaan kegiatan dengan tema Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia dengan sub tema Santri Hebat, Indonesia Kuat tersebut dijalankan  para santri yang terdiri dari siswa SMP dan SMA IT Ihsanul Fikri.

Ketua Panita kegiatan, Aldito Mahendra Fenaldo Pratama, siswa kelas XII SMA IT Ihsanul Fikri mengutarakan, saat melaksanakan pawai keliling di wilayah Pabelan dilakukan santri putra.

“Harapannya santri punya jiwa nasional dan cinta tanah air yang lebih kuat karena santri juga termasuk aset bangsa,” kata Aldito.

Dirinya berpendapat, makna Hari Santri adalah hari dimana santri menunjukkan eksistensinya. Hari mengingat bahwa dulu juga pernah ikut memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu juga untuk motivasi diri, sebagai penerus para pejuang yang telah gugur di medan perjuangan. Semangat belajar menjadi lebih terpupuk, karena santri juga aset bangsa yang kedepan akan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lebih baik lagi.

Humas SMP IT Ihsanul Fikri, Sholeh Abdurohman, S.Kom menyampaikan, karena ini kegiatan murni dari anak di bidang Rohani dan Keislaman (Rohis), merupakan gabungan dari SMP dan SMA di kepanitiannya. Hal tersebut dinilai untuk membantu dan memberikan pembelajaran anak agar lebih mandiri dari semua kegiatan yang ada.

“Dikarenakan momentumnya adalah Hari Santri Nasional, maka perjuangan yang dilakukan peserta didik dalam kegiatan tersebut bisa lebih melekat di hati anak – anak, bahwa Hari Santri adalah memang miliknya mereka,” kata Sholeh.

“Harapannya tidak hanya sekedar di Hari Santri ini saja, bahwa salah satu kemerdekaan Indonesia yang saat ini kita nikmati itu dengan adanya santri dan ulama. Momentum Hari Santri Nasional adalah salah satu hari yang betul – betul harus kita galakkan agar tidak terlupakan,” tambahnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Ihsanul Fikri K.H Akhmad Kasban Syarkowil, Lc., M.S.I Al Hafidz mengatakan, santri mempunyai empat target utama diantaranya santri yang menghafal Al-Quran dekat dengan Allah secara vertikal, kedua ialah pandai komunikasi publik bahasa Arab atau Inggris secara horisontal.

“Kemudian secara akademik, jadi standar minimal akademikanya paling tidak unggul di Kabupaten Magelang. Keempat ialah perilaku yang soleh terhadap masyarakat,” kata Akhmad.

Menurutnya, orang hebat adalah orang yang memiliki jiwa berjuang, bukan menikmati. Jadi para santri ialah orang – orang yang memperjuangkan nilai. Hal ini yang disebut dengan sebuah perjuangan dan memiliki nilai dalam orientasi akhirat.

“Harapannya santri itu tahu sejarah fase – fase atau gelombang generasi. Pertama ialah generasi pendiri negeri ini seperti Ir. Soekarno dan Bung Hatta, lalu generasi penerus dan generasi perjuangan seperti para pemuda. Jangan sampai ada generasi keempat yaitu generasi penikmat, hanya menikmati saja, ini membahayakan negara kita,” tandasnya.

Perlunya sebuah proteksi diri santri dari serangan eksternal ialah iman, pertahanan yang paling kuat dari diri sendiri. Setelah bisa membentengi dirinya sendiri, seharusnya benteng yang merupakan imunitas diri itu ditularkan ke orang lain.

“Berarti dia harus menyebarkan kebaikan, tidak hanya untuk dirinya. Contoh, ada berita hoax bisa memproteksi dirinya dan ke orang lain. Setelah ke orang lain berarti dirinya memiliki jaringan komunitas dan perlu dirajut dalam bingkai persatuan, sesuai dengan Pancasila,” tuturnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?