Nasional

Berikut Lima Strategi PTKIN Dalam Menghadapi Era Disrupsi

JAKARTA - Di era disrupsi saat ini, perubahan begitu cepat. Diperlukan strategi untuk menghadapinya di segala lini kehidupan. Termasuk bagi mereka yang berada di dunia pendidikan.

Berikut ada strategi yang ditawarkan dari beberapa rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam Annual International Conference On Islamic Stuides (AICIS) 2019, di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Sebagaimana ditulis di laman kemenag.go.id, sekurangnya, terdapat lima strategi yang dapat dilakukan PTKIN untuk menghadapi era disrupsi yang diungkapkan para panelis.

Pertama, peningkatan spiritual imun bagi mahasiswa.

"Perlu meningkatkan spiritual imun, yang dilakukan dengan memberikan motivasi kepada mahasiswa, melakukan komunikasi dan memberikan bimbingan konseling," ujar Rektor IAIN Kendari Faizah.

Kedua, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Amany Lubis menawarkan  strategi peningkatan etos belajar mahasiswa.

"Menghadapi tantangan era disrupsi, mahasiswa perlu dimotivasi untuk meningkatkan kemauan belajarnya," ujar Amany.

Ketiga, kemauan belajar ini juga perlu didukung oleh penguatan literasi digital. Hal ini diungkapkan Rektor IAIN Bukit Tinggi Ridha Ahida.

Keempat,  Ridha juga menambahkan, pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki civitas akademica PTKIN perlu dibingkai dalam ketaatan pada kode etik.

"Seluruh civitas akademika, harus taat dengan peraturan tersebut. Baik mahasiswa, dosen, ataupun lainnya," kata Ridha.

Kelima, Rektor IAIN Ponorogo S. Maryam Yusuf menyampaikan bahwa karakter baik menjadi bagian yang tidak bisa lepas dari mahasiswa.

Menurutnya, jika karakter baik tak membersamai manusia dalam kemajuan digital ini tentu dampak negatifnya membahayakan.

"Kemajuan digital harus dibarengi pembentukan karakter baik," kata Maryam. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?