Advertorial Daerah

SMK Muhammadiyah Kota Magelang Gelar Donor Darah dan Master Chef SKAHIMA

MAGELANG - Bakti sosial Donor Darah dan Master Chef SKAHIMA menjadi kegiatan masa jeda Penilaian Tengah Semester (PTS) di SMK Muhammadiyah Kota Magelang, Jawa Tengah, (24 – 25/9/2019). Donor darah yang melibatkan unsur Palang Merah Indonesia (PMI) kota setempat ini menjadi kegiatan pertama yang dilakukan di lingkungan sekolah.

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang direncanakan akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Sehingga, manfaatnya benar-benar mampu dirasakan sekaligus donor darah ini sangat membantu pasien-paasien yang membutuhkan,” kata Kepala SMK Muhammadiyah, Atiningsih, S.Pd.

Kegiatan yang digelar di aula sekolah ini diikuti 40 peserta. Terdiri dari siswa dan siswi, guru dan karyawan SMK setempat, juga siswa dan siswi SMA Mutual Kota Magelang.

Humas P2DS PMI Kota Magelang, Agus menyampaikan, ada 40 calon pendonor yang ikut mendaftar. Namun, hanya berhasil mengumpulkan 23 kantong darah. Ada 17 calon pendonor yang belum lolos untuk donor.

Menurutnya ada beberapa sebab calon pendonor gagal mendonor. Diantaranya dikarenakan faktor umur yang kurang dari 17 tahun, berat badan yang kurang dari 50 kg, dan Hb yang kurang dari 12,5.

“Kegiatan ini memang rencana dilakukan secara rutin karena kebutuhan darah di beberapa rumah sakit begitu tinggi, sehingga cadangan darah sangat dibutuhkan,” kata Agus.

Salah satu siswi SMK Muhammadiyah, Dita, yang ikut mendonorkan darahnya mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan sosial ini.

“Sebenarnya ini adalah donor darah saya yang pertama, karena merasa penasaran dan ingin mencoba maka saya ikut. Ini sebagai wujud kemanusiaan saya kepada mereka yang butuh darah,” akunya.

Selama tujuh hari penuh siswa dan siswi SMK Muhamadiyah Kota Magelang melaksanakan PTS. Sehingga dalam mengisi masa jeda ini sekolah merumuskan kegiatan yang mampu memupuk jiwa sosial dan mengasah kreatifitas.

“Maka kami memilih kegiatan donor darah dan lomba kreasi memasak berbahan dasar mie dalam masterchef SKAHIMA,” tutur Waka Karikulum SMK, Nunik Listyaningrum, S.Pd.

Dalam memasak, menggunakan ppemilihan bahan dasar mi. Karena, banyak masyarakat yang menyukai makanan berbahan dasar gandum ini, sebagai alternatif makanan pengganti nasi yang dapat divariasikan dalam berbagai olahan.

“Rasanya enak dan khas cita rasa bumbu tradisional,” ungkap Atin setelah mencicipi hasil masakan siswa sekaligus memberi penilaian selaku juri.

Kreatif dalam pemberian nama, juga penyajiannya yang menarik dapat menjadi referensi usaha kuliner rumahan. Berbagai olahan yang dihasilkan diantaranya bakmi jawa, mi ghibah, mi ayam, mi goreng, pasta aceh, sampai bola-bola mi.

Mi Ghibah hasil karya siswa. l foto : siedoo.com

“Mi adalah bahan yang mudah ditemui di sekitar kita, namun kami belum pernah membuatnya dengan bumbu-bumbu khas kecuali mi instan saja yang biasa dibuat. Kali ini kami diajarkan untuk mampu mengolah mi dengan berbagai varian rasa,” ungkap Febi salah satu peserta master chef.

Penilaian ini didasarkan pada inovasi, rasa, penyajian, dan higienitas makanan sehingga jika dijadikan usaha mampu menarik konsumen. Pemenang dari lomba ini akan mendapat hadiah menarik dari sekolah. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?