Daerah

UNY Akan Buka Pendidikan Vokasi di Gunungkidul dan Kulonprogo

YOGYAKARTA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan membuka program pendidikan vokasi baru pada tahun depan. Pendidikan vokasi diselenggarakan di Kulonprogo dan juga di Gunungkidul. Untuk program studinya, UNY akan menysesuaikan dengan daerah tersebut dan bidang yang dibutuhkan masyarakat.

Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa menyampaikan itu saat sosialisasi penerimaan mahasiswa baru UNY, di Auditorium Kampus UNY. Ia mengatakan, UNY sebagai salah satu LPTK tidak kehilangan khittah sebagai universitas, dimana prioritas utama pada pendidikan, khususnya guru dan pengembangan ilmu pendidikan.

Pendidikan di Indonesia ada pendidikan akademik, pendidikan vokasi dan pendidikan profesi, dan ketiganya ada di UNY.

"Sekarang ini UNY tidak lagi memiliki program vokasi D3, namun berubah menjadi D4 yang merupakan sarjana terapan. Program D4 ini adalah multi entry dan multi exit, dimana peserta boleh masuk tahun berapapun asal memenuhi syarat dan bisa keluar pada tahun pertama, kedua, ketiga atau keempat. Ini adalah program fleksibel yang dicanangkan pemerintah," jelasnya.

Menurut Rektor, dengan program yang fleksibel itu siswa bisa keluar kapanpun. Dan juga boleh masuk lagi kapanpu.

"Oleh karena itu kurikulum juga dibuat fleksibel,” kata Sutrisna Wibawa.

Capaian lulusan dan pembelajarannya mengikuti programnya. Ada perbedaan antara D1, D2 atau D3. Bila melanjutkan hingga D4 disebut sarjana terapan dan bisa melanjutkan ke S2 dan S3 terapan, tidak bisa alih jenjang ke sarjana.

Pada sosialisasi kegiatan ini, kampus mengundang 450 Kepala SMA, SMK dan MA se-DIY. Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Margana kegiatan ini untuk merapatkan barisan antara UNY dengan sekolah mitra dalam penerimaan mahasiswa baru.

“Ketika menjadi sekolah mitra maka ada poin tambahan bagi siswa antara 10-20 poin hingga bisa menambah kompetensinya,” kata Margana.

Menurutnya pada tahun 2019 UNY memiliki 3.094 mahasiswa dari DIY yang merupakan 39,1% dari total mahasiswa baru UNY. Oleh karena itu Margana berharap agar para kepala sekolah untuk menyampaikan sosialisasi lebih awal pada siswa. Tahun lalu ada 350 sekolah yang backlink dengan UNY. Sehingga, semua informasi yang ada dapat diakses oleh siswa.

Mendapatkan Apresiasi Dinas Pendidikan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Kadarmanto Baskara Aji mengapresiasi kerjasama ini, karena banyak siswa di DIY yang berharap dapat studi di UNY.

“Lulusan SMK yang kuliah baru 12%, sisanya bekerja dan masa tunggu. Harapannya yang dalam masa tunggu ini kita himbau untuk kuliah,” kata Kadarmanto.

Karena tanpa meningkatkan kompetensi, baik S1 maupun D4 siswa tidak akan bisa meniti karir dengan baik sesuai potensinya. Dalam kesempatan ini para kepala sekolah juga menandatangani perjanjian kerjasama dengan UNY.

Kerjasama bertujuan untuk saling mendukung kegiatan dalam rangka penyebaran informasi terkait penerimaan mahasiswa baru. Sekaligus peningkatan kualitas dan kuantitas input mahasiswa baru yang berkaitan dengan bidang pendidikan.

Secara simbolis, penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNY dan Kepala Sekolah SMAN 1 Banguntapan Bantul disaksikan Rektor UNY dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?