Advertorial Daerah

SMPN 11 Magelang Juara Adiwiyata

MAGELANG – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Kota Magelang, Jawa Tengah memperoleh juara satu dan terpilih mewakili Kota Magelang untuk maju dalam Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi Jawa Tengah pada 2020 mendatang.

“Terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup pada saat penilaian tingkat Kota (Rabu, 7/08/2019) dan SMPN 11 menjadi juara untuk mewakili ke tingkat provinsi. Kebetulan pada saat itu ketua tim penilaian menunjuk SMPN 11 untuk ikut pelatihan pengolahan sampah,” kata Kepala SMPN 11 Kota Magelang, Al Kukuh Sri Santoso, S.Pd., M.Pd.

Hal itu juga melihat adanya latihan paduan suara tentang Adiwiyata, lagu Nusantaraku yang menjadi icon lagu SMPN 11 Magelang. Sehingga tim Dinas Lingkungan Hidup menjadi tertarik.

“Harapannya nanti di tingkat provinsi bisa meraih juara dan mendapat tiket untuk tingkat nasional,” jelasnya.

Dinas Lingkungan Hidup mengusulkan kepada SMP N 11 Magelang untuk bekerja sama dengan Saka Kalpataru yang merupakan salah satu Satuan Karya Pramuka di Gerakan Pramuka, khusus bergerak dalam bidang cinta lingkungan hidup.

“Kita memang bekerja sama dengan Saka Kalpataru Magelang dan Dinas Lingkungan Hidup Magelang. Kegiatannya tentang bimbingan teknis pengelolaan sampah,” kata Pembina Pramuka SMPN 11 Magelang, Afifah Anggraeni, S.Si.

Dari sekolah mengirimkan 20 anak dan 5 guru pedamping di Kebun Bibit Senopati.

“Disana diajari bagaimana cara memilah sampah, membuat biopori untuk penyerapan air dan tempat pembuatan kompos,” tuturnya.

Di sekolah juga diajarkan tentang pembuatan batu bata ramah lingkungan dari sampah dan penjelasan global warming (pemanasan global) yang dikemas dengan game.

“Termasuk bagaimana cara menanggulanginya (global warming), misalkan CO2 itu kan bisa ditanggulangi dengan menanam pohon yang menyerap CO2,” ujarnya.

Rencana ke depan dari pelatihan tersebut, SMPN 11 Magelang akan mengimbas kepada murid yang lain. Salah satunya, pada kegiatan Perkemahan Sabtu Mingu (Persami) pada 31/08 - 1/09/2019,  akan memasukkan kegiatan membuat ecobrick.

“Jadi media plastik itu saya gunakan itu untuk menanam mengganti media tanah, tapi pakai plastik. Kita juga punya lagu Nusantaraku yang isinya ada tentang lingkungan. Guru SMPN 11 Magelang juga menciptakan lagu, judulnya Bijak Kelola Sampah," jelasnya.

“Dari Saka Kalpataru siap untuk memberikan pelatihan pengelolaan di SMPN 11 Magelang, apalagi sampah plastik itu kan bahaya sekali. Indonesia itu katanya salah satu penyuplai sampah plastik terbesar di dunia. Kita akan mungkin menghilangkan seratus delapan puluh juta ton sampah plastik itu kan sulit. Kita bisa mulai dari diri kita dan lingkungan sekitar,” tandas Guru IPA dan Pembina KIR SMPN 11 Magelang tersebut. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?