Kepala SMK Muhammadiyah Kota Magelang Atiningsih, S.Pd memberikan sambutan dalam peresmian kantor baru koperasi siswa dan kelas kewirausahaan. | foto : Fauzi Bayu Sejati | Siedoo

Advertorial Daerah

Prosesi Pembentukan Jiwa Entrepreneur di SMK Muhammadiyah Magelang


MAGELANG – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kota Magelang, Jawa Tengah meresmikan kantor Koperasi Siswa dan Kelas Kewirausahaan, Sabtu (24/08/2019). Peresmian tersebut merupakan wujud sekolah dalam meningkatkan kemampuan siswa di bidang entrepreneur.

Koperasi Siswa itu dulunya berangkat dari bank mini sejak 2002 silam. Seiring berjalannya waktu, ada semacam regulasi bahwa, perbankan di lingkungan sekolah Muhammadiyah, dinilai kurang tepat.

“Oleh karena itu perbankan ini kita alihkan menjadi koperasi siswa. Meskipun pada dasarnya kegiatannya hampir sama, yaitu menerima tabungan dari siswa. Kemudian usaha yang dikembangkan yaitu simpan pinjam," jelas Kepala SMK Muhammadiyah Kota Magelang, Atiningsih, S.Pd.

Meski hampir sama, tetapi ada perbedaan yang sangat mendasar. Kalau dulunya saat masih bank mini, sekolah memakai jasa bank yang setiap bulannya ada biaya sekian persen. Tetapi sekarang itu dihilangkan.

Koperasi siswa ini difungsikan untuk menolong guru dan karyawan yang mengalami kesulitan dana. Mereka tidak ditarik bunga, tetapi dengan cara membayar biaya administrasi saja. Setelahnya membayar infaq setiap bulan, yang sifatnya sukarela.

“Tidak memberikan pun tidak apa-apa,” tandasnya.

Selain itu, koperasi siswa juga sebagai sarana praktek bagi siswa kelas XI jurusan Akuntansi. Setiap harinya dua siswa mempraktekkan secara bergantian, di bawah bimbingan guru sekolah.

“Minimal ada ruang praktek lah untuk anak – anak. Sehingga, bisa praktek mengelola keuangan secara nyata,” kata Ketua Koordinator Koperasi Siswa, Sentot Nugroho, S.Pd.

Sementara itu, Kelas Kewirausahaan diikuti oleh anak-anak dari semua jurusan yang sudah melewati tahap seleksi jiwa wirausaha. Guru membimbing dan mengajari tentang membuat produk, memasak dan hingga cara promosi.

Harapannya, setelah lulus anak-anak bisa berwirausaha dan berpenghasilan sendiri. Produk dari beberapa program kelas kewirausahaan saat ini diantaranya kuliner, sablon payung, pembuatan keset, kerajinan tangan.

SMK Muhammadiyah Magelang juga bekerja sama dengan salah satu perusahaan kuliner yang cukup besar di Magelang. Sekolah memberikan celah dan siswa dipinjami modal dari sekolah.

“Jadi Kelas Kewirausahaan baru tahun ini dirancang. Itu salah satu program sekolah agar menumbuhkan jiwa entrepreneur anak – anak didik kami,” imbuh Ketua Koordinator Kelas Kewirausahaan SMK Muhammadiyah Magelang Nunik Listiyaningrum, S.Pd.

Sebanyak 30 siswa mewakili enam jurusan, ikut dalam Kelas Kewirausahaan. Pembinaan kewirausahaan kepada siswa terbagi dalam program semester, program tahunan dan program mingguan.

“Dalam program semester itu, pertama kegiatannya adalah marketing yang ditarget pada Agustus ini,” ungkapnya.

Anak-anak diberikan pembinaan setelah pulang sekolah di hari Sabtu untuk saling berkoordinasi. Kemudian mengeksekusi keputusan dari hasil koordinasi, pada Minggu yang akan datang. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?