Nasional

Ingat! Pendaftaran Bantuan Pengusulan Litapdimas Ditutup 16 Agustus

JAKARTA - Trend jumlah pengusul bantuan Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan. Jumlah pengusul untuk tahun anggaran 2018 terdapat 1.208 proposal. Sementara untuk tahun 2019 mencapai 2.321 proposal.

Dan kini, pendaftaran bantuan untuk tahun anggaran 2020 akan ditutup 16 Agustus 2019. “Diharapkan di tahun 2020 terjadi peningkatan," kata Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kemenag, Suwendi.

Bantuan litapdimas 2020 terdiri atas tiga bantuan besar.Yakni, bantuan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat yang terbuka secara umum, baik untuk dosen pada PTKIN maupun PTKIS.

“Semua kalster bantuan itu dibiayai dari anggaran BOPTN Penelitian tahun 2020,” ungkap Suwendi.

Untuk mengakses dan menginput bantuan itu bisa dilihat pada www.litapdimas.ng atau www.litapdimas.app.

Menurut Suwendi, sejumlah program inovasi dan layanan Diktis yang mempermudah dan sekaligus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi, dan pengabdian juga telah dilahirkan.

ACRP sebagai barometer kualitas proposal riset, publikasi dan pengabdian masyarakat telah dilaksanakan secara rutin; layanan aplikasi litapdimas sebagai portal usulan, penilaian dan progress penyelengaraan bantuan juga telah dibuat.

Lahirnya aplikasi bank artikel untuk jurnal dalam bentuk morabase juga telah hadir. Selain itu, moraref sebagai portal indek jurnal yang diterbitkan oleh perguruan tinggi keagamaan Islam juga terus aktif.

Bahkan, terakhir akan dilaunching OSPL (One Search PTKI Library) yang mampu mengintegrasikan koleksi perpustkaan PTKI akan hadir.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Arskal Salim menyatakan kerja-kerja penelitian, publikasi ilmiah dan pengabdian kepada masayarakat yang diselenggarakan Diktis maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menunjukkan progres dan perbaikan yang sangat baik.

“Tidak hanya performance serapan semata, tetapi juga inovasi dan kualitas program yang sangat produktif juga terasa,” ungkap Arskal. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?