Nasional

Pemberkasan yang Lolos P3K Tahap I Belum Jelas

JAKARTA - Meski tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap I telah dilaksanakan di awal tahun ini, namun sampai hingga sekarang belum tuntas terkait proses pemberkasan. Dalam seleksi tahap I tersebut didominasi tenaga honorer, termasuk di dalamnya guru.

"Nanti pada waktunya akan ada arahan dari MenPAN - RB dan kepala BKN bagaimana penyelesaian hasil rekrutmen P3K tahap I. Sebab, ketika NIP ditetapkan otomatis daerah sudah harus memproses SK sebagai awal perhitungan gaji," tutur Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan dilansir dari jpnn.com.

Dia mengungkapkan, saat ini masalah utamanya adalah banyaknya daerah yang alokasi belanja pegawainya di APBD melebihi 50 persen jika gaji P3K dimasukkan.

Pemerintah harus melihat semua hal. Jika jadi ASN tapi tidak digaji APBD, tentu akan menimbulkan masalah baru.

“Mohon honorer K2 bersabar dan tetap semangat," tandasnya.

Pengangkatan guru honorer akan terus dilakukan hingga 2024. Setiap tahun bakal ada sedikitnya 110 ribu pegawai honorer yang diangkat menjadi ASN. Yakni lewat tes seleksi P3K dan CPNS.

"Guru honorer akan ada pengangkat terus menerus sampai 2024. Tiap tahun minimal mengangkat 110 ribu guru honorer," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dilansir dari detik.com.

Selain itu, Kemendikbud juga akan merekrut guru PNS untuk menutup kekurangan tenaga pendidik. Dalam setahun, kira-kira ada 40 ribu guru yang pensiun.

"Ditambah lagu guru pensiun tiap tahun itu rata-rata 40 ribu lebih. Ditambah dengan penambahan sekolah baru, makanya tiap tahun tidak boleh ada moratorium," ujarnya.

Tenaga honorer guru di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), bakal mendapat gaji Rp 1 juta sampai Rp 1.750.000 per bulan.

Saat ini, guru honorer di Bumi Batara Guru julukan Luwu Timur memperoleh gaji Rp 300 ribu per bulan. Model pembayarannya per triwulan sekali.

Ketua Komite SDN Maramba, Yunus Silebang, bahagia mendengar gaji honorer bakal menjadi Rp 1 juta perbulan.

"Kita salut dengan Bupati Luwu Timur yang berani ambil kebijakan ini, untuk bantu guru," kata Yunus dilansir tribunnews.com.

Yunus mengatakan, upah yang diterima guru honorer selama ini, berpengaruh pada model mengajar di kelas.

"Saya mengamati guru honor, cara mereka ngajar apa adanya. Upah mereka sangat kecil," tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?