Nasional

Majukan Kebudayaan Perlu Inovasi dan Ide Kreatif

YOGYAKARTA – Kebudayaan Indonesia harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan di tengah arus globalisasi. Dalam memajukan kebudayaan, diperlukan inovasi dan ide-ide kreatif kaum muda tanah air.

Hal itu disinggung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Yogyakarta. Pada pembukaan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) Tahun 2019 di Bumi Perkemahan Candi Prambanan tersebut, Muhadjir didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Harid.

Pada kesempatan itu, Muhadjir berharap penyelenggaraan KBKM tersebut dapat menjaring berbagai inovasi kreatif dari generasi muda untuk kemajuan kebudayaan Indonesia. Sekaligus dapat melahirkan inovasi dan ide-ide kreatif untuk memajukan kebudayaan Indonesia.

Menurut Muhadjir, kolaborasi adalah hal yang sangat penting dilakukan untuk memenangkan kompetisi. Indonesia akan kuat, akan terus berkembang, kalau generasi muda tidak hanya berkompetisi. Tetapi, juga mampu untuk berkolaborasi.

Untuk itu dia berpesan kepada peserta KBKM agar membangun jejaring selama mengikuti kegiatan ini. Muhadjir mendorong lahirnya sebuah jaringan budaya yang berawal dari kegiatan KBKM tersebut.

“Bangun jaringan dari candi Prambanan ini, menjadi gerakan yang melahirkan jaringan budaya,” pesan Mendikbud dilansir kemdikbud.go.id.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan KBKM 2019. Sultan berharap muncul butir-butir pemikian kaum muda yang brilian dan mencerahkan.

“Pemikiran kaum muda yang brilian dan mencerahkan untuk kemajuan kebudayaan Indonesia,” kata Sultan.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan, penyelenggaraan KBKM ini merupakan salah satu tindak lanjut Kongres Kebudayaan Indonesia tahun 2018 yang lalu. Dikatkan, ada satu aspirasi tentang hubungan antara kekayaan budaya dan Revolusi Industri 4.0.

“Berangkat dari ide untuk mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui berbagai platform kekinian, dan kaum muda ditempatkan sebagai garda terdepan,” kata Hilmar Farid. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?