Advertorial Daerah

Kampanye Anti-Bullying dari SMK Muhammadiyah Magelang

MAGELANG – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Muhammadiyah Kota Magelang, Jawa Tengah berlangsung selama empat hari, mulai dari Senin (15/07/2019) - Kamis (18/07/2019). Beragam acara dimulai pukul 07.00 – 14.30 WIB dengan berisikan bimbingan materi bersifat keagamaan dan bimbingan latihan dasar dalam memasuki jenjang SMK.

“SMK tentu saja berbeda dengan SMA, karena SMK dipersiapkan untuk siap kerja. Kami ada jurusan multimedia, administrasi perkantoran, pemasaran, akuntasi, farmasi dan teknik sepeda motor. Harapannya, nanti siswa sudah siap kerja setelah lulus dari SMK Muhammadiyah Magelang,” kata Panitia MPLS, Karim, S.Pd.I.

MPLS pada tahun ini, yang sekaligus menjadi Forum Ta’aruf Orientasi Siswa (FORTASI), mengambil tema Spirit Kolaboratif Ciptakan Pelajar Inovatif.

“Maksudnya adalah siswa itu nanti berkolaborasi dengan para guru. Sehingga, nanti prinsipnya guru adalah sahabat dari siswa,” jelas guru Bahasa Arab tersebut.

Pada MPLS kali ini, sekolah juga menekankan pendidikan karakter yang bertujuan mendidik siswa agar tambah dalam hal kedisiplinan. Sehingga, disiplin menjadi kunci sukses siswa pada masa yang akan datang. Diperlukan juga tentang kepemimpinan dasar yang nantinya sekolah akan melibatkan pihak dari luar seperti Koramil.

Rangkaian MPLS itu ditutup dengan kegiatan seluruh siswa baru mengucapkan ikrar bersama sebagai bentuk kampanye anti bullying. Hal tersebut sebagai wujud kesepakatan antar siswa agar tidak ada bullying.

Ikrar kampanye anti bullying ditandatangani langsung oleh Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan dan perwakilan dari siswa. Seandainya ada siswa yang melakukan tindakan bullying, maka sekolah akan mengambil tindakan tegas.

“Hal itu mengajarkan kepada anak-anak agar stop bullying kepada teman-teman yang mungkin ada kekurangan secara fisik atau hal lain. Bullying itu sangat menyakitkan, mungkin ada yang bisa memendam lama, tapi kalau ada yang tidak menahan, sehingga bisa memicu terjadinya perkelahian,” tegasnya.

Saat MPLS ini, para guru juga melakukan penjaringan bakat siswa baru dengan menyuruh siswa untuk menampilkan bakatnya di depan teman-temannya.

“Kebanyakan dari mereka menampilkan bakat seni. Seperti menyanyi, memainkan alat musik dan baca puisi. Kami kelompokkan siswa dan setiap kelompok harus menampilkan bakatnya apapun itu,” tuturnya.

Siswa yang terjaring bakatnya akan dikembangkan lagi melalui kegiatan ekstrakurikuler, yang diharapkan kedepan bisa diikutkan dalam kompetisi.

“Untuk para siswa, mari kita tingkatkan belajar, raih cita-cita setinggi mungkin. Usaha yang keras pasti akan mendapatkan hasil yang maksimal,” ajaknya.

Sementara itu, beberapa siswa kelas XI juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut, sebagai tugas dari guru untuk ikut mendampingi adik kelas barunya.

“Kami ditugaskan untuk membantu membimbing peserta didik baru untuk selalu ikut dalam kegiatan MPLS. Misalnya, mendampingi untuk sholat dhuha, di aula dan mengabsen siswa,” kata Perwakilan Siswa XI Farmasi, Surya Pamungkas. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?