Nasional

50 Guru PAI Dikirim ke 47 Daerah Perbatasan

TANGERANG - Sebanyak 50 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di bawah kendali Kementerian Agama (Kemenag) dikirim ke wilayah perbatasan dan tertinggal. Mereka dikirim ke 47 kabupaten, yaitu: Aceh Singkil, Pandeglang, Seluma, Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, Bengkayang.

Lalu ke Sambas, Hulu Sungai Utara, Seruyan, Mahakam Ulu, Berau, Nunukan, Lampung Barat, Lampung Pesisir Barat, Kepulauan Aru, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa.

Menyusul ke Dompu, Bima, Sumba Timur, Belu, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Ende, Sorong, Polewali Mandar, Janeponto, Banggai, Buol.

Termasuk, Toli-Toli, Banggai Laut, Donggala, Konawe, Konawe Kepulauan, Bombana, Talaud, Solok Selatan, Pasaman Barat, Musi Rawas utara, Nias, Nias Utara dan Nias Selatan.

Pengiriman tersebut merupakan bagian dari Program Bantuan Insentif Pembinaan Agama dan Keagamaan Islam di Wilayah Perbatasan (Bina Kawasan) Tahun 2019.

Direktur PAI Rohmat Mulyana Sapdi menuturkan, pengiriman guru PAI ini menjadi salah satu program unggulan Direktorat yang dipimpinnya. Program ini sudah memasuki periode kedua.

Rohmat berharap peserta dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan agama masyarakat di wilayah perbatasan dan tertinggal.

“Peserta yang dikirim juga merupakan alumni pesantren dan diharapkan ikut mendisemenasikan moderasi beragama di lokasi sasaran," jelas Rohmat saat di Tangerang, Senin (15/7/2019).

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin berpesan agar peserta program dapat memperkuat pengetahuan agama masyarakat di daerah sasaran.

"Disamping sebagai guru PAI di sekolah,  peserta juga harus dapat berperan aktif di masyarakat sekitar,” terangnya.

Kamarudin berharap peserta program dapat menggunakan kompetensi dan pengetahuannya secara maksimal. Hal-hal yang terkait dengan kehidupan keagamaan masyarakat mesti dipelajari.

“Elemen dasar berupa pengetahuan  agama di masyarakat harus anda ketahui,” jelasnya.

"Silahkan abadikan pengalaman kalian baik melalui media sosial ataupun buku. Saya yakin pengalaman kalian  akan menjadi inspirasi bagi banyak orang jika disebarluaskan” pungkasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?