Nasional

Rektor UNY : Terapkan Ilmu Secara Kontekstual

YOGYAKARTA - Mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) diharapkan bisa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus. Apa yang didapatkan di kampus harus dilakukan secara kontekstual. Dimana situasi yang ada di masyarakat secara bersama mempengaruhi implementasi ilmu pengetahuan yang diperoleh.

"Implementasikannya harus melihat situasi di masyarakat, sehingga dapat terlaksana dengan baik," ujar Rektor UNY Sutrisna Wibawa dalam upacara pelepasan PLP dan KKN mahasiswa UNY tahun 2019 di GOR UNY, Yogyakarta.

Menurut dia, mahasiswa juga berperan sebagai agen pembaharuan. Dengan demikian, dapat menggunakan kesempatan ini untuk menggerakkan masyarakat ilmu pengetahuan yang berkembang pesat.

"Sehingga, memenuhi empat kompetensi yaitu kreatif dan inovasi, berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi," jelasnya.

Program Kuliah Kerja Nyata dan PLP adalah bagian dari tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan secara terpadu. KKN merupakan bagian dari program pendidikan. Sedangkan pengabdian pada masyarakat adalah mahasiswa berada di tengah masyarakat sebagai sasaran tempat berkegiatan.

Harapannya lewat program ini, mahasiswa bisa melaksanakan riset yang hasilnya bisa menjadi artikel atau salah satu topik dalam skripsi. Juga bisa dibuat sebagai PKM.

"Sehingga pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat secara utuh bisa dilakukan di masyarakat dan sekolah," urainya.

Rektor juga berpesan agar mahasiswa hati-hati menjaga diri, tidak boleh kelelahan dan menjaga kesehatan. Sementara itu, Wakil Rektor I UNY Margana mengatakan, jumlah peserta KKN sebanyak 4.519 mahasiswa, yang terbagi atas 1.195 mahasiswa di semester khusus dan 3.324 mahasiswa di semester gasal.

“Sedangkan peserta PLP sebanyak 3.391 mahasiswa,” kata Margana.

Menurutnya peserta PLP yang merupakan mahasiswa prodi pendidikan akan ditempatkan di 267 sekolah dan 27 lembaga. Sedangkan kegiatan PLP dimulai 8 Juli hingga 31 Agustus di 14 wilayah di DIY dan jawa Tengah, diantaranya Kota Yogyakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Banjarnegara dan Kota Semarang.

Kegiatan KKN semester khusus akan dimulai 8 Juli hingga 23 Agustus dengan 318 kelompok. Sedangkan KKN semester gasal akan dimulai 9 September hingga 23 Oktober dengan 122 kelompok.

Margana menyebutkan bahwa, pada KKN kali ini terdapat 5 jenis, yaitu KKN Tematik Reguler di 13 kabupaten DIY –Jateng sebanyak 4.093 mahasiswa, KKN Tematik Revolusi Mental di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul sebanyak 343 mahasiswa, KKN Daerah 3T sekaligus PLP di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat sebanyak 18 mahasiswa, KKN Daerah Perbatasan kerjasama dengan Universitas Negeri Semarang, Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta di Kabupaten Brebes dan Cirebon sebanyak 60 mahasiswa.

Serta KKN Kebangsaan di Ternate-Tidore Maluku Utara sebanyak 5 mahasiswa. Pelepasan PPN dan PLP ditandai dengan penyerahan perangkat secara simbolis oleh Rektor pada perwakilan mahasiswa Annas Swastika Mayang Saputri dan Fida Alfaruq Habibie Islamika. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?