Pengukuhan dilakukan Rektor UM Magelang, Ir. Eko Muh Widodo MT (kanan). Prof. Dr. Muhammad Japar, M.Si, Kons dikukuhkan menjadi Guru Besar pertama setelah 53 tahun.

Daerah

Miliki Guru Besar Pertama, Setelah 53 Tahun

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Kecerdasan spiritual bukanlah doktrin agama yang mengajak umat manusia untuk cerdas dalam memilih atau memeluk salah satu agama yang dianggap benar. Pendapat Howard menyebutkan tentang empat aspek dalam spiritualitas. Yakni makna hidup yang berhubungan dengan diri sendiri, bagi orang lain, alam dan lingkungan, serta berhubungan dengan Tuhan.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. Muhammad Japar, M.Si, Kons saat pengangkatan menjadi guru besar pertama di Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang setelah Perguruan Tinggi Muhammadiyah tersebut berusia 53 tahun. Upacara Pengukuhan Guru Besar diadakan di Auditorium Kampus 1 UM Magelang, Kota Magelang, Jawa Tengah dalam acara Sidang Terbuka Senat UM Magelang.

Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Guru Besar Prof. Dr. Muhammad Japar, M.Si, Kons dibacakan Sekretaris Senat, Ns. Sigit Priyatno, M.Kep. Adapun pengukuhan dilakukan Rektor UM Magelang, Ir. Eko Muh Widodo MT selaku ketua senat dengan mengalungkan samir guru besar serta menyerahkan SK disaksikan tamu undangan.

Usai dikukuhkan, Japar yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan dan Koseling itu menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Penemuan dan Pengembangan Spiritualitas di Tempat Kerja sebagai Salah Satu Usaha Mewujudkan Visi UM Magelang : Unggul dan Islami. Dalam penelitian terhadap remaja yang dilakukannya pada 2014, menunjukkan bahwa tingkat spiritualitas remaja awal berada pada tingkat baik.

“Remaja yang memiliki spiritualitas tinggi memiliki penyesuaian yang tinggi, baik fisik maupun sosialnya,” kata Japar.

Beberapa teori disampaikan Japar di hadapan tamu undangan. Wakil Walikota Magelang beserta jajaran Muspika Magelang serta Ketua Pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Kedu hadir pada kesempatan itu. Rektor dari beberapa perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah juga hadir dalam acara tersebut.

Suami Dr. Purwati, MS, Konst ini menjelaskan pengembangan spiritualitas di tempat kerja perlu ditingkatkan. Kegiatan Darul Arqam bagi pegawai UM Magelang misalnya, tidak hanya berupa kajian Islam dengan pengayaan kognitif atau intelektualnya saja. Tetapi diharapkan dapat menjangkau aspek afektif dan tingkah laku dengan adanya laporan diri dan monitoring.

“Spiritual pegawai UM Magelang menentukan kualitas pengabdian pada institusi pada khususnya, dan kualitas hidup pada umumnya,” kata Japar yang berusia 59 tahun itu.

Dra. Windarti Agustina, Wakil Walikota Magelang mengatakan, peran profesor atau guru besar sangat dinanti masyarakat. Karena gelar profesor merupakan penanda bahwa yang bersangkutan adalah orang yang berpendidikan dan dapat mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan manusia.

“Masyarakat mengharapkan peran atau andil dari seorang guru besar untuk kehidupan yang lebih baik,” kata Prof. Dr. Noor Rochman Hadjam, dari PP Muhammadiyah.

Apa Tanggapan Anda ?