Kepala BKN Bima Haria Wibisana. (foto: kawattimur.com)

Nasional

Waktu Pelaksanaan Seleksi P3K dan CPNS 2019 Bakal Disamakan


JAKARTA – Di sepuluh hari akhir bulan Juni ini, pemerintah pusat belum merilis mengenai digelarnya seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap II. Padahal dulu sempat terkabarkan akan digelar usai Pemilu 2019.

Terbaru, kemungkinan besar antara seleksi P3K tahap II dengan seleksi CPNS 2019 akan dilakukan secara bersamaan.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana mengungkapkan, untuk rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN), di dalamnya P3K dan CPNS nanti, masih dibahas lagi apakah dilakukan bersamaan atau tidak.

Rencana awal, rekrutmen P3K tahap II dimulai dahulu. Namun, rencana berubah karena dibuka juga pelamar umum untuk P3K.

"Makanya digeser Oktober karena masih dibahas kira-kira formasi apa saja yang dibutuhkan pemda (pemerintah daerah) untuk menduduki posisi P3K. Yang pastinya harus tenaga fungsional," terangnya dilansir dari jpnn.com.

Dia menyebutkan, dalam rekrutmen ASN 2019, pelamar umum dipersilakan melamar jadi PNS maupun P3K. Aturan mainnya harus sesuai formasi jabatan dan syarat umur.

Bagi yang berumur di atas 35 tahun dipersilakan mendaftar ke P3K. Sedangkan 35 tahun ke bawah bisa melamar PNS maupun P3K.

"Kalau ada milenial yang ingin jadi P3K karena tidak ingin terikat, silakan melamar,” tegasnya.

Dalam seleksi mendatang, guru masih menjadi kebutuhan yang dominan bagi bangsa ini. Sebab, di Indonesia masih kurang ratusan ribu guru berstatus ASN.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung mengusulkan untuk merekrut 200 guru pada penerimaan CPNS dan P3K 2019 ini. Pengadaan guru diprioritaskan karena pengadaan tahun sebelumnyakebutuhan guru belum memenuhi kuota.

Melansir dari kompas.com, Kasubid Perencanaan dan Pengadaan ASN Badan Kepegawaian dan SDM Bangka Belitung, M Erisco Nurrahman mengatakan, formasi guru mencapai 45 persen dari total pengusulan tahun ini.

"Guru sebanyak 200 orang untuk tingkat SMA/SMK termasuk juga SLB. Total yang diusulkan 444 formasi," kata Erisco.

Kabupaten Bangli, Bali juga sudah mengusulkan kebutuhan CPNS dan P3K. Berdasarkan informasi, total formasi yang diusulkan untuk CPNS dan P3K di daerah tersebut hampir mencapai 3 ribu formasi.

“Sesuai mekanismenya, setelah mendapat surat dari Kemenpan itu, kita tindak lanjuti ke OPD untuk pendataan kebutuhan CPNS maupun PK,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris BKD-PSDM, I Ketut Mega Ada seizin Kepala BKD-PSDM, Ni Putu Koesalireni dilansir dari tribunnews.com.

Berdasarkan jumlah kebutuhan, total usulan formasi yang diajukan pada Kemenpan yakni 2856 formasi. Secara rinci, untuk CPNS berjumlah 1572 formasi, di antaranya 471 tenaga guru, 244 tenaga kesehatan, serta 857 tenaga teknis.(Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?