Opini

Lowongan CPNS VS Visi Misi Pendidikan Indonesia

KoMMBes Penggalangan Dana Lombok

Siedoo.com – Hampir pada saat September – November, setiap tahunnya terkenal dengan bulan lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Bagi para pencari kerja yang lulus dari jenjang pendidikan di Indonesia, PNS mempunyai daya tarik tersendiri. Akibatnya, banyak yang memanfaatkan momen dengan berbagai cara untuk menjadi pegawai negeri.

Ini terjadi karena diantara masyarakat mempunyai keyakinan, bahwa menjadi PNS maka ada rasa aman, terkait keuangan karena mendapat gaji tetap bulanan. Selain itu, juga mempunyai kemudahan dalam peminjaman uang di bank. Serta mendapat uang pensiun. Masih banyak lagi alasan, sehingga ketika lowongan CPNS dibuka pasti banyak peminatnya.

Dengan banyaknya pendaftar dari lulusan pendidikan negeri dan swasta, menjadikan penyaringan yang sangat ketat. Ada instansi yang membuka lowongan CPNS dengan mensyaratkan pelamar dari kampus/program studi (prodi) dengan akreditasi B untuk lulusan pendidikan negeri. Dan akreditasi A untuk lulusan pendidikan swasta. Walaupun ada juga yang tidak mensyaratkan hal tersebut.

Hal ini menjadi pro dan kontra di kalangan lembaga pendidikan swasta dengan syarat tersebut. Sehingga, ada lulusan dari pendidikan swasta yang kualitasnya bagus tidak dapat ikut seleksi pendaftaran, karena tidak lulus syarat tersebut.

Jika kita lihat visi dan misi dari pendidikan tinggi negeri atau swasta, serta visi dan misi jenjang SMA/SMK, agar lulusannya dapat bersaing secara global. Dari visi dan misi perguruan tinggi, SMU, dan SMK akan diturunkan menjadi visi dan misi jurusan/program studi.

Setiap tahun ada pembukaan lowongan CPNS, pertanyaannya apakah setiap jurusan/program studi tersebut menyiapkan lulusan yang benar-benar siap kerja sebagai pegawai negeri. Karena jumlah formasi yang tersedia sedikit, sehingga banyak yang mengarahkan visi dan misinya menghasilkan lulusan yang mampu bekerja mandiri. Tetapi lain jika ada sekolah ikatan dinas. Dalam kurikulumnya sudah disiapkan lulusan yang siap menjadi pegawai negeri.

Walaupun peluang masuk menjadi pegawai negeri itu kecil, tetapi hampir semua lulusan dari perguruan tinggi dan SMA / SMK yang mendaftarkan menjadi CPNS. Sehingga, perguruan tinggi serta SMA/SMK perlu melakukan studi banding ke instansi pemerintah dan sekolah yang menggunakan ikatan dinas, agar kurikulumnya mampu menghasilkan lulusan yang siap menjadi pegawai negeri sesuai bidang keahlian yang dimiliki.

Hal ini nanti juga menguntungkan Pemerintah, bahwa pegawai yang menjadi PNS memang mempunyai keahlian yang serius dalam bekerja. Dan pelamar CPNS yang lulus menjadi PNS, juga sudah mempunyai gambaran bekerja menjadi PNS itu bagaimana. Apakah sesuai dengan minatnya atau tidak. Sehingga, tidak ada alasan salah ketika masuk menjadi PNS.

Apa Tanggapan Anda ?