Opini

Lebaran, Ajang Silaturahmi dan Edukasi

Siedoo, Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran adalah suatu hal yang ditunggu-tunggu umat Islam, setelah melewati ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Ucapan saling memaafkan baik kepada keluarga hingga rekan bisnis, merupakan hal yang sudah umumnya dilakukan.

Kegiatan lebaran dikemas dengan saling bersilaturahmi yang mengharapkan keberkahan di dalamnya. Namun disamping itu, Lebaran juga bisa dijadikan wadah untuk pendidikan moral kepada anak di lingkup keluarga.

Salah satunya ketika menjelang Lebaran, anak jangan sampai hanya difokuskan kepada pakaian baru. Namun juga harus diberi arahan untuk memahami makna dari lebaran tersebut.

Bahwa Lebaran adalah suatu puncak ibadah setelah beribadah di bulan Ramadhan, yang menjadikan diri kita kembali fitrah atau suci dari berbagai dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.

Selain itu, anak juga diberi arahan agar jangan memikirkan untuk diberi uang jajan atau angpao. Orang tua juga seharusnya tidak perlu mengeluarkan kalimat kepada anak seperti “ayo silaturahmi nanti dikasih uang jajan”.

Meskipun hal ini sudah seperti kebiasaan, namun tidak perlu sampai diucapkan orang tua secara frontal seperti itu kepada anak. Baiknya, dijelaskan bahwa dalam lebaran ini sebagai ajang silaturahmi untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan.

Adapun kalimat yang pantas diucapkan kepada anak ialah

“Nak, kita silaturahmi untuk memperoleh keberkahan, tidak diberi angpao juga tidak masalah”

Opsi lainnya anak bisa diajak untuk bersilaturahmi/sowan kepada alim ulama selain keluarga, diajak ziarah ke makam untuk bisa mengingatkan kepada kematian.

Jaman sekarang anak sibuk bermain gadget, baiknya diimbangi oleh pengetahuan agama Islam yang begitu luas dengan berbagai macam bentuk dan cara. Tentunya dengan Lebaran ini bisa sebagai media untuk memberikan edukasi bagi anak tentang makna Lebaran yang sesungguhnya. (*)

 

 

 

*I Wayan Jaba Hendra Feryana, S.IP

Kepala SMP Syubbanul Wathon Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?