Presiden Jokowi (dua kanan) saat bersama siswa - siswi Maarif di acara pembukaan Perwimanas. Presiden memberikan sejumlah pertanyaan untuk siswa siswi Maarif, sebelum diberikan hadiah sepeda. Foto: Biro Pers Setpres

Nasional

Pesan Khusus Jokowi Ketika Dihadapan Ribuan Siswa Maarif


MAGELANG – Acara Perkemahan Wirakarya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimanas) II resmi dibuka Presiden Joko Widodo di Lapangan Tembak Akmil, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin, 18 September 2017. Beberapa rangkaian acara digelar pada kesempatan Perwimanas II selama beberapa hari, dari 17 hingga 23 September 2017. Presiden memukul gong, tanda dibukanya Acara Perwimanas 2017.

Selain kemah, para siswa menggelar kegiatan kepramukaan, peserta juga dijadwalkan mengunjungi situs budaya, tanam pohon, dan lainnya. Saat menyampaikan sambutan, presiden mengingatkan bahwa saat ini era persaingan yang ketat. Untuk itu, pemuda juga harus kreatif.

“Inilah tantangan-tantangan yang kita hadapi dan memerlukan sebuah dasar fondasi yang sangat kuat sehingga kita bisa memenangkan kompetisi itu. Tapi saya meyakini dengan sebuah fondasi karakter yang baik, Pramuka Maarif NU insyaallah mampu menatap masa depan memenangkan persaingan,” kata Jokowi.

Jokowi menyampaikan, kalau tidak berinovasi akan ditinggal. Bagaimana semua pihak beradu inovasi dan kreativitas dengan negara yang lain. Presiden meminta para pemuda Indonesia untuk siap berkompetisi dan menghadapi tantangan yang ada. Persaingan global saat ini juga menuntut kreativitas dan inovasi-inovasi baru dari para pemuda.

“Kompetisi antarnegara saat ini semakin menjadi-jadi dan jangan lupa bahwa itu merupakan tantangan kita, tantangan antarindividu dan antarnegara. Oleh sebab itu, ke depan semua akan berkompetisi. Semua akan bersaing, adu kecerdasan, adu kreativitas, adu keterampilan, adu inovasi, dan adu kecepatan,” ungkap presiden.

Bagaimana pun juga, bangsa Indonesia tetap harus berbenah. Perbaikan dalam segala hal sangat diperlukan untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain. Untuk menghadapi persaingan, bangsa Indonesia juga harus bersatu dan menjalin persaudaraan dengan baik. Sebagai negara yang terdiri atas 17 ribu pulau, ribuan suku, dan ratusan bahasa lokal membuat hal tersebut menjadi tidak mudah.

“Tapi saya meyakini bahwa dengan menjalin persaudaraan yang baik, ukhuwah islamiah dan wathoniah, saya meyakini negara ini akan menjadi negara yang kuat ekonominya,” jelasnya.

Baca : 15 Ribu Kader Hadir Kader di Perwimanas

Jokowi berpesan agar tidak cepat berpuas diri dengan apa yang telah dicapai saat ini. Sebab, ke depannya perubahan akan selalu datang dengan cepat dan tak terduga.

“Terus pelajari hal-hal baru, temukan hal-hal baru, dan praktikkan hal-hal baru yang dapat membawa kemajuan untuk diri kita, umat, dan negara kesatuan yang kita cintai,” kata presiden.

Apa Tanggapan Anda ?