Pertemuan ke-3 Joint Working Group (JWG) RI-Inggris tentang Pendidikan Tinggi, Riset, Teknologi dan Inovasi. (foto: ristekdikti.go.id)

Internasional

Kerja Sama Pendidikan Tinggi Indonesia dan Inggris, Simak 7 Point Pentingnya


JAKARTA – Pertemuan ke-3 Joint Working Group (JWG) Republik Indonesia (RI) dan Pemerintah Inggris tentang Pendidikan Tinggi, Riset, Teknologi dan Inovasi digelar di Jakarta. Pertemuan membahas kemajuan dan rencana ke depan kerjasama bilateral RI-Inggris yang telah dimulai sejak 2015.

Pertemuan Komite Kerja RI-Inggris dipimpin Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik dan Dirjen Kelembagaan Iptekdikti Patdono Soewignyo. Dalam pertemuan, kedua negara saling mengapresiasi seluruh pencapaian hasil kerjasama bilateral.

Dilansir dari laman ristekdikti.go.id, pertemuaan itu mengangkat beberapa topik bahasan. Di antaranya: (1) pendidikan tinggi dan vokasi, (2) mobilisasi dosen dan mahasiswa, (3) Program Newton Fund, (4) Training bahasa. Dan topik bahasan (5) pembaharuan kerjasama riset dan inovasi.

Delegasi RI di Jakarta dan Delegasi Inggris terlibat dalam pemaparan dan diskusi strategis. Serta berkomitmen menindaklanjuti program kerjasama antar dua negara.

“Kami mengusulkan Sekjen Kemenristekdikti mengkoordinasikan detail usulan baru untuk memastikan program-program kerjasama tersebut terintegrasi secara optimal,” usul Patdono.

Duta Besar Inggris Moazzam Malik menarik beberapa kesimpulan dari pertemuan Komite Kerja RI-Inggris, yang diuraikan dalam 7 poit penting. Adapun 7 point itu adalah:

  1. Kedua Negara mengapresiasi seluruh upaya yang dilakukan setiap pihak yang telah berusaha maksimal dari tahun 2015.
  2. Inggris akan menjajaki kerjasama dengan Indonesia dalam bidang Cyber University di Indonesia.
  3. Untuk program THE dan TVET, selama ini telah berjalan dengan sangat baik, dan berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut.
  4. Dalam hal program mobility students, saat ini telah banyak jumlah pelajar Indonesia di Inggris. Akan tetapi ke depan Pemerintah Inggris juga berkeinginan untuk mengirimkan mahasiswa-mahasiswi muda ke Indonesia. Jadi penting untuk mengeksplorasi peluang-peluang seperti ini.
  5. Pemerintah Inggris juga sangat mengapresiasi pelaksanaan dan pencapaian program Newton Fund di Indonesia, dan meyakini keberlanjutan program ini di masa yang akan datang.
  6. Pemerintah Inggris menyatakan apresiasi terhadap pencapaian program Industry Academia Partnership Programme and Leadership in Innovation Fellowship, akan tetapi perlu dikaji kemungkinan counter funding dari Indonesia untuk ini.
  7. Kedua negara menyadari bahwa deadline dari MoU on Research and Innovation Partnership akan berakhir di bulan Juli 2019. Dan bersepakat akan mengerahkan seluruh upaya untuk menyelesaikannya sebelum akhir Juni 2019.
Baca Juga :  UNIB Jalin Kerjasama Pendidikan Dengan University of Dundee Inggris

Delegasi RI terdiri dari Kemenristekdikti diwakili Dirjen dan perwakilan dari Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptekdikti, Belmawa, Sumber Daya Iptekdikti, Penguatan Riset dan Pengembangan. Serta Sumber Daya Iptek dan Dikti, Penguatan Inovasi, Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik.

Sedangkan mitra diluar Kemenristekdikti adalah LIPI, LAPAN, Kementerian Luar Negeri, UI, IPB, UPN Jakarta, L2Dikti Wilayah III. Kedua pihak berkomitmen melaksanakan kerjasama optimal dan menyepakati waktu pertemuan Komite Kerja ke-4 yang akan dilaksanakan bulan November 2019. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?