Tokoh

Relawan Ini Mendidik Anak-Anak Pedagang Pasar Manado

Siedoo, Setiap akhir pekan, sekelompok anak muda ini merelakan waktu mereka untuk mengajar anak-anak usia sekolah di Kompleks Pasar Bersehati Manado. Para relawan yang rata-rata masih mahasiswa ini tergabung dalam Komunitas Dinding. Mereka rela tidak dibayar untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak itu.

Di Kawasan Megamas Manado, Ketua Komunitas Dinding Windy Fahruddin dan anggota komunitasnya menggelar gathering bersama anak-anak didik Komunitas Dinding. Dikatakan Windy, kegiatan hanya diisi satu lomba untuk anak-anak.

Gathering ini diisi juga dengan lomba mewarnai. Ada 15 anak yang kami ikutkan dalam kegiatan ini,” ujar alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univeritas Sam Ratulangi Manado ini dilansir egindo.co.

Rekrut Relawan Melalui Medsos

Wanita cantik ini mengaku mengelola Komunitas Dinding yang berisi para relawan mempunyai dinamika tersendiri. Karena, ketika sudah menyelesaikan kuliah, ada kemungkinan relawan itu akan berhenti mengajar sebab pindah kota atau kesibukan lainnya.

“Hal ini terkait dengan bagaimana kesinambungan proses pembelajaran bagi anak-anak. Karena para pengajar ini adalah relawan, maka kita sepakati agar kepengurusan Komunitas Dinding ini diganti setiap tahun. Supaya program bisa berjalan aktif,” ujar wanita yang kini bekerja di sektor swasta ini, dikutip liputan6.com.

Dengan pola seperti itu, Komunitas Dinding tetap bertahan hingga hampir satu dekade. Sejak berdiri pada tahun 2010 silam, sudah begitu banyak relawan yang ikut meluangkan waktu mengajar di Komunitas Dinding. Meski para pengajar itu tidak dibayar, tetapi banyak anak muda yang ternyata tertarik dengan kegiatan tersebut.

“Cara merekrut relawan, ya informasi dari mulut ke mulut. Juga melalui media sosial khususnya Facebook dan Instagram. Ternyata cukup banyak yang berminat untuk menjadi pengajar,” ujar Windy.

Saat ini, relawan yang terdata berjumlah 15-20 orang. Sedangkan, yang datang setiap akhir pekannya untuk mengajar ada 10 orang. Agar proses belajar mengajar berjalan dengan lancar, maka sebelum materi dimulai akan didahului dengan memberikan pembekalan kepada para relawan.

Pendidikan Karakter

Lingkungan pasar yang keras diyakini para pengelola Komunitas Dinding turut memengaruhi karakter dan perilaku anak-anak para pedagang. Karena itulah materi ajar yang diberikan selain menitikberatkan pada pengetahuan umum, juga ke pendidikan karakter.

Meski disadari kehadiran Komunitas Dinding hanya sekitar 2-3 jam saja setiap pekannya, sementara waktu lebih banyak adalah anak-anak dipengaruhi lingkungan pasar. Namun Windy tetap optimis bisa membangun karakter anak.

“Setidaknya kami sudah mengajarkan dan mencontohkan hal-hal yang baik itu seperti apa. Selain itu ada empat mata pelajaran pokok yang diajarkan yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kewarganegaraan,” ujar Windy.

Kompleks Pasar Bersehati Manado yang terletak di Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, Kota Manado, merupakan pasar tradisional yang padat. Tidak ada Sekolah Dasar (SD) di dekat situ.

Sementara jumlah anak usia sekolah sekitar 100 orang. Sebanyak 50 di antaranya setiap hari Sabtu mengikuti kegiatan belajar bersama Komunitas Dinding. (*)

Apa Tanggapan Anda ?