SMA Mutual Kota Magelang

SMK Citra Medika Kota Magelang, Jawa Tengah saat melakukan Pemilihan Ketua OSIS.

Daerah

Hari Kartini Berbalut Pemilihan Ketua OSIS di SMK Citra Medika


MAGELANG – Hari pencoblosan Pemilihan Umum 17 April sudah terlewatkan. Namun demikian, suasana hari H pemilihan masih kental terasa di lingkungan SMK Citra Medika Kota Magelang, Jawa Tengah. Bilik suara, pemilihan kandidat dan antrean calon pemilih masih nampak.

Warga sekolah itu bukan lagi memilih para calon legislatif maupun calon presiden kesayangan. Mereka tengah menggelar Pemilihan Umum Ketua OSIS SMK Citra Medika Kota Magelang. Suasana Pemilihan Ketua OSIS tersebut memang didesain hampir sama dengan Pemilu Caleg dan Capres.

“Pada Pemilihan Ketua OSIS ini, siswa diberikan kebebasan mengkonsep acara. Pada prinsipnya, siswa diajak berdemokrasi yang menyenangkan dan membahagiakan,” kata Kepala SMK Citra Medika Kota Magelang Hendratno Widhiatmanto, Sabtu (21/4/2019.

Para siswa diberi ruang untuk belajar mengolah sebuah acara. Bagaimana supaya Pemilihan Ketua OSIS tidak berlangsung secara monoton.

Karena bersamaan dengan peringatan Hari Kartini, kata dia, semua guru dan siswa diwajibkan mengenakan pakaian adat. Selain itu, juga diadakan lomba membuat aneka sambel, lomba voli menggunakan jarit, lomba rias wajah bertema Kartini, kemudian lomba peragaan busana Jawa.

Pada kesempatan ini, ada tiga bilik pencoblosan yang dihias dengan janur. Masing-masing bilik itu dijaga oleh petugas yang mengenakan pakaian adat. Tak ketinggalan pula para pencoblosnya juga mengenakan pakaian tradisional.

Selesai mencoblos, para siswa mencelupkan salah satu jari tangannya ke tinta yang disedikan panitia. Siswa yang mencoblos juga membubuhkan tanda tangan di lembar presensi sebagai bukti, bahwa telah selesai menggunakan hak pilihnya.

Sebelum menuju ke bilik suara, para siswa harus menyelesaikan tantangan terlebih dahulu. Mereka berjalan menggunakan bakiak secara berkelompok, beranggotakan 10 orang. Tim yang tidak bisa menjaga kekompakan dan keseimbangan, maka harus rela mencoblos belakangan.

Baca Juga :  Inovasi Cemilan, untuk Hewan Peliharaan Karya Mahasiswa

Kepala sekolah menjelaskan, pada acara ini sekolah ingin menyampaikan pesan, bahwa Kartini harus melekat pada diri siswa. Emansipasi wanita juga diwujudkan di acara ini, seperti dari tiga calon ketua OSIS, satu diantaranya adalah kaum perempuan.

“Anak-anak perempuan juga diajak meramaikan Pilketos untuk menggunakan hak pilihnya,” urainya.

Sementara itu, seorang siswa, Desti Ratna Purwaningsih mengaku, coblosan Pilketos ini menyenangkan. Sebagai pemilih pemula pada 17 April lalu, ia cukup tegang mencoblos. Tapi kali ini, dia lebih santai.

“Yang sekarang lebih seru dan ramai,” ujar Desti. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?