Daerah

Tingkatkan Minat Baca, Warga Kelurahan Ini Bangun Rumah Bermain

JAKARTA SELATAN - Kegemaran membaca memberikan dampak positif bagi orang yang melakukannya. Hal ini memungkinkan seseorang akan banyak ilmu dan wawasannya lebih luas.

Minat baca seseorang mempunyai pengaruh yang besar terhadap kebiasaan membacanya. Apabila sudah terbiasa dengan kegiatan membaca, hal itu akan dilakukannya secara terus menerus.

Namun, boleh dikatakan minat baca di Indonesia masih rendah. Ada ragam alasan yang mendasari rendahnya minat baca, seperti kehadiran teknologi yang mengalihkan perhatian kegiatan membaca mulai dari suguhan acara televisi sampai media sosial.

Duta Baca Perpustakaan Nasional RI Najwa Shihab menyebut Indonesia menempati posisi 60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Demikian hasil studi Most Literate Nation in the World dari Central Connecticut State University, Amerikan Serikat pada Maret 2016.

Menyikapi hal tersebut, banyak pihak yang gencar meningkatkan minat baca kepada setiap orang, terutama pada anak-anak. Seperti halnya yang dilakukan warga RW 01 Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang menginisiasi membuat Rumah Bermain Anak (RBA) di Pos RW 01.

Warga secara swadaya mendesain ruangan, mengecat serta menymbangkan buku layak baca bagi anak. Tidak hanya itu di Rumah Bermain Anak yang berlokasi di Jalan Puskesmas RT 07 RW 01 ini juga disediakan permain edukatif seperti susun balok, puzzle, dan lainnya agar anak-anak tidak merasa jenuh.

Sekertaris Kelurahan Kebagusan Mohamad Yohan menerangkan, ada sekitar 30 komik di Rumah Bermain Anak. Menurutnya, komik tersebut lebih baik disumbangkan untuk anak-anak dari pada hanya disimpan. Tidak hanya dirinya, banyak warga juga turut menyumbang buku bacaaan.

“Saya kumpulkan komik selama dua tahun ketika kuliah, sekarang sudah tidak saya baca. Jadi lebih bermanfaat apabila disumbangkan saja ke Rumah Bermain Anak 01 Kelurahan Kebagusan,” katanya ditulis pingpoint.co.id.

Pembuatan Rumah Bermain Anak ini juga atas pertimbangan Ketua RW 01 yaitu daripada anak-anak menghabiskan waktu dengan nongkrong di jalan, lebih baik berkumpul dan beraktivitas di Rumah Bermain Anak.

Atas pembuatan Rumah Bermain Anak ini, Yohan sangat mengapresiasi inisiatif para warga yang peduli terhadap minat baca anak-anak di lingkungannya. Ke depan, warga juga ini Rumah Bermain Anak ini bisa dipakai kegiatan les Bahasa Inggris. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?