Memanusiakan manusia melalui pendidikan agama. (ilustrasi: beritapendidikanonline.blogspot.com)

Nasional

Memanusiakan Manusia Melalui Pendidikan Agama yang Moderasi


JAKARTA – Dalam dunia pendidikan, guru agama menjadi ujung tombak agar dapat memastikan lancarnya pendidikan yang mengajarkan moderasi. Moderasi beragama seharusnya menjadi bahasan di pendidikan agama Islam di Indonesia, dengan kembali pada pemaknaan inti berupa memanusiakan manusia.

Pendidikan agama bukan hanya sekedar pengetahuan atau ilmu bahkan lebih dari itu. Yaitu dengan cara mengamalkannya melalui perilaku sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, menghindari penggunaan agama sebagai peniadaan ataupun merendahkan satu sama lain, sangat bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri. Hal ini yang harus dipahami dalam pendidikan agama kepada peserta didik.

Dikatakan Lukman, tidak ada tafsir agama yang tunggal, keragaman tafsir lahir tidak lepas dari sudut pandang, konteks sosial dan latar belakang dari budaya. “Keberagaman akan memberikan kesempatan bagi umat agar bisa mempelajari agama secara lebih luas,” ujar Lukman seperti ditulis disdik.jabarprov.go.id.

Cara beragama yang moderat di Indonesia sudah sesuai dengan keberagaman masyarakat Nusantara. Di mana esensinya adalah menyembah Sang Pencipta dan berbuat baik dengan sesama.

Selain itu, memanusiakan manusia menjadi hal penting dalam memaknai kemanusiaan. Hal itu bisa ditanamkan kepada generasi muda melalui pendidikan agama.

“Di era perkembangan ini manusia hidup dalam dua dunia yaitu dunia nyata dan dunia maya. Informasi yang tersebar dan menimbulkan banyak dampak buruknya, maka pendidikan agama harus mampu memberi kemampuan bagi umat untuk menemukan informasi yang benar,” tuturnya seperti dilansir kompas.com. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang