Advertorial Inovasi

Unik, Siswa SMP Negeri 8 Kota Magelang Diajak Perdalam Materi PAI Lewat Lagu Rhoma Irama

KOTA MAGELANG - Inovasi baru terus dilakukan untuk mengajak siswa tetap antusias dalam kegiatan belajar Mengajar (KBM). Salah satunya adalah menggunakan media yang variatif. Seperti yang dilakukan oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Negeri 8 Kota Magelang, Maulana Choirul Aziz, S.Pd.I yang mengajak siswanya memperdalam materi PAI lewat lagu pada Kamis (13/8/2020). Uniknya, lagu yang digunakan adalah lagu milik Rhoma Irama berjudul Judi dan Mirasantika.

“Saya memilih lagu tersebut karena sesuai dengan tema dan materi yang akan saya ajarkan di kelas VIII, yakni Mengakhiri Perbuatan Buruk, Judi, dan Pertengkaran. Meskipun siswa belum familiar dengan lagunya, justru itu bagian dari tantangan penugasan ini,” kata Aziz.

Penggunaan media lagu menjadi salah satu sarana belajar yang unik bagi anak sehingga bisa mewujudkan sebuah pengalaman baru. Selain lagu, juga sering digunakan media lain seperti poster, komik islami, video, dan lainnya.

Dengan lagu Rhoma Irama, siswa diminta menulis lirik lagunya di kertas asturo kemudian menggaris bawahi poin-poin penting dari masing-masing lagu. Tugas dikumpulkan melalui Google Classroom. Siswa juga diminta mengunggah hasil karya nya melalui Instagram dan WhatsApp.

Menurut Aziz, tujuan dari penugasan ini adalah agar siswa dapat mengambil hikmah dari lagu dengan cara yang enjoy, tidak seperti biasanya mengerjakan tugas Agama dengan serius. Siswa diharapkan dapat mengerti intisari dari lagu tersebut, kemudian mengaplikasikan makna dari lagu tersebut ke kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap mereka selalu mengingat tugas ini, ketika mereka mendengar lagu ini diputar akan langsung terngiang makna dari lagu ini. Setelahnya mereka dapat men-syiar-kan kepada keluarga, teman, maupun lingkungan sekitarnya tentang bahaya judi dan miras,” harapnya.

Guru akan menjelaskan secara langsung melalui Zoom Meeting atau Team Link terlebih dahulu sebelum penugasan. Mereka bahkan bisa bertanya langsung kepada orang tuanya yang lebih familiar dengan lagu ini, sehingga bisa meningkatkan interaksi bounding dengan mereka. Jika ada yang belum jelas, maka bisa mengajak orang tua untuk datang ke sekolah dan bertemu guru langsung. Tindak lanjut setelahnya adalah mencari hadist-hadist maupun dalil dari Alquran yang cocok dengan lagu tersebut.

“Saya rasa ini efektif sehingga anak tidak bosan dalam mengerjakan tugas di rumah saja. Jika sudah mengerti poin-poinnya, maka inti dari materi mengakhiri perbuatan buruk dapat tercapai,” pungkas Maulana Choirul Aziz, S.Pd.I. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?