Kiki Ratnaning Arimbi, S.Pd mengajarkan membatik kepada para siswanya menggunakan alat peraga Batik Jumput Kreator. (analisadaily.com)

Inovasi Tokoh

Ciptakan Alat Peraga Inovatif, Guru Ini Berkesempatan Belajar ke Belanda


Siedoo, Mendapat kesempatan belajar dan mengajar di Belanda tak disia-siakan Kiki Ratnaning Arimbi, S.Pd. Itu setelah inovasi alat peraga pendidikan yang diciptakan guru SD Negeri 1 Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur ini menang lomba tingkat nasional.

Batik Jumput Kreator, itulah alat peraga pendidikan yang dia temukan. Alat ini untuk membuat batik jumput. Jika pembuatan batik jumput pada umumnya menggunakan papan kayu dengan kelereng sebagai biji jumputnya, alat buatan Kiki menggunakan bangun ruang.

Bangun ruang yang digunakan seperti kubus, tabung dan limas yang terbuat dari kayu. Tak hanya itu, Kiki juga menggunakan pewarna alami untuk batik jumput buatannya.

“Misalnya pakai daun jati, daun pandan dan lainnya,” kata perempuan kelahiran Jombang 31 Juli 1985 ini dilansir news.detik.com.

Batik Jumput Kreator buatan Kiki pun bisa digunakan sebagai media pembelajaran 3 mata pelajaran sekaligus untuk siswa kelas IV. Antara lain Seni Budaya, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Matematika pada kurikulum 2013.

Menurut dia, membuat batik merupakan pelajaran tematik Seni Budaya, penggunaan kayu dan pewarna alami mewakili IPA. S

Kiki Ratnaning Arimbi, S.Pd saat menerima penghargaan sebagai Juara 2 lomba karya Inovasi Pembelajaran (Inobel) bidang Seni Budaya, Olah Raga, dan Agama (SORAM) yang digelar Kemendikbud tahun 2017 lalu. (foto: suarajombang.net)

Sedangkan bangun ruang sebagai biji jumput menjadi pelajaran tematik Matematika.

Mudah Serap Pelajaran

Dengan alat peraga buatannya, para siswa bakal lebih mudah menyerap pelajaran. Selain itu, proses belajar lebih asyik karena dilakukan sambil bermain.

“Tidak terasa bahwa para siswa sedang belajar bangun ruang. Jadi, kalau ada pertanyaan atau apapun mereka bisa menjawab,” terang guru asal Dusun Genjong Kidul, Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, Jombang, Jatim ini dilansir suarajombang.net.

Inovasi yang ditelurkan Kiki ini membuat dia meraih juara 2 lomba karya Inovasi Pembelajaran (Inobel) bidang Seni Budaya, Olah Raga, dan Agama (SORAM). Lomba tahun 2017 di Bali itu digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga :  Kreanova 2019 Kota Magelang, Lebih Prioritaskan Kualitas

Tak hanya itu, Kiki juga mendapatkan bonus terbang ke Belanda selama 4 pekan dari pemerintah, 28 Februari 2019 lalu.  Selain mendapat kesempatan belajar di Leiden University, Kiki juga menularkan ilmunya di dua sekolah setingkat SD di negeri Kincir Angin tersebut. (*)

Apa Tanggapan Anda ?