Komik Tokoh

Mudahkan Siswa Belajar Pancasila, Mahasiswa FIS UNY Ciptakan ‘Kompas’

Siedoo, Indonesia merupakan negara dengan tingkat kebhinnekaan yang tinggi. Kebhinnekaan Indonesia tersebar dan terlihat dari beragamnya suku, ras, ataupun agamanya. Namun, realitas persatuan saat ini berbeda dengan apa yang dirumuskan oleh founding fathers Indonesia.

Dewasa ini masyarakat Indonesia sudah mulai terkotak-kotak pada identitas masing-masing golongan atau kelompok. Memudarnya nilai-nilai Pancasila dalam diri masyarakat, terutama generasi muda, memudahkan masuknya perilaku dan paham lain.

Semakin gencar masuknya pengaruh yang tidak seusai dengan ideologi bangsa Indonesia. Di mana perilaku dan paham tersebut membudaya dan berkembang dengan menargetkan masyarakat pada usia muda.

Media Komik

Tampilan Komik Pancasila (Kompas). (foto: dok. UNY)

Berdasar keprihatinan di atas, mahasiswa prodi Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY) membuat inovasi Media Pembelajaran Penanaman Nilai-Nilai Pancasila untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Karya ini diberi nama ‘Kompas’ yang merupakan akronim dari ‘Komik Pancasila’. Mereka adalah Awan Nakulanang, Elly Nur Rahmawati dan Muhammad Abdul Aziz.

Menurut Awan Nakulanang, Kompas merupakan media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dengan bentuk buku komik inovatif dalam menunjang pembelajaran PKn siswa SMP. Komik ini dirancang dan disesuaikan dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran (mapel) PKn tingkat SMP agar pembelajaran terasa menyenangkan dan efektif.

“Bahasan materi dalam komik sederhana namun memberikan gambaran percakapan oleh tokoh-tokoh Kompas dalam mewujudkan suasana belajar yang serius namun menyenangkan” katanya.

Sementara itu Muhammad Abdul Aziz menambahkan, media pembelajaran ini dirancang dengan mengacu pada tahap pendefinisian. Pemilihan desain komik ini merupakan inovasi dalam pembelajaran Pancasila agar para siswa lebih tertarik untuk mempelajarinya.

Peneliti merancang isi konten Kompas dengan menyesuaikan kompetensi inti dan kompetensi dasar mapel PKn di SMP.

“Menggambar tokoh menggunakan referensi dan teknologi desain grafis komputer serta isi percakapan dalam komik merupakan hasil kreativitas kami dengan menyesuaikan materi dalam studi literatur,” tambah Azis.

Sudah Diujicobakan

Elly Nur Rahmawati memaparkan bahwa karya yang berhasil meraih dana penelitian dari FIS UNY ini telah diujicobakan di SMP Negeri 1 Imogiri, Bantul, Yogyakarta dengan hasil baik. Dari aspek materi, media pembelajaran ini mudah dipahami, sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan mempermudah pemahaman siswa untuk mempelajari Pancasila.

“Serta memotivasi siswa untuk mengamalkan nilai-nilai dalam Pancasila,” paparnya. Kelebihan dalam komik ini adalah dapat memotivasi siswa selama proses belajar mengajar. Karena terdiri dari gambar-gambar yang merupakan media yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, bersifat permanen, sekaligus dapat membangkitkan minat membaca.

“Dan mengarahkan siswa untuk disiplin membaca khususnya bagi mereka yang tidak suka membaca,” jelas Elly. (*)

Apa Tanggapan Anda ?