Inovasi Tokoh

Meybi Agnesya, Ubah Daun Kelor Jadi Makanan Berkelas

Siedoo, Daun kelor (Moringa oleifera) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), identik dengan makanan orang miskin. Daun yang kaya nutrisi ini adalah benteng pertahanan terakhir warga ketika tak ada lagi makanan yang bisa dimakan.

Dilansir dari trubus.id, daun kelor mengandung kalsium 4 kali lebih banyak dibanding susu, 7 kali lebih banyak mengandung vitamin C dibanding jeruk, mengandung zat besi 25 kali lebih banyak dibanding bayam dan 36 kali lebih banyak mengandung magnesium dibanding telur.

Melihat kandungan yang luar biasa pada daun kelor ini membuat Meybi Agnesya Lomanledo menemukan ide cemerlang. Dia ingin mengubah stigma daun kelor menjadi bahan makanan yang memiliki kelas.

“Miris memang saya lihatnya, kelor banyak manfaatnya banyak tapi belum ada nilai jualnya. Maka dari itu saya cari cara untuk setidaknya menambah nilai jual dari kelor,” ujar Meybi dilansir beritasatu.com.

Meybi sendiri belajar tentang manfaat dan peluang kelor saat di Blora, Jawa Tengah. Mulai dari teori hingga praktiknya di kebun, serta olahan pasca panennya. Setelah mempunyai bekal dari Blora, Meybi pulang dengan niat tidak hanya sebagai entrepreneur tetapi juga sebagai sociopreneur.

Menurut Meybi, warga NTT mendambakan pendidikan keterampilan yang peka terhadap kebutuhan sosial budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, Meybi bertekad membangun Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia (SL-TMOI). Dia ingin melatih kemampuan warga Desa Pitay Nusa Tenggara Timur bertani daun kelor secara efektif dan efisien. Kemudian juga berencana membangun fasilitas teknologi rumah pengering daun kelor.

Meybi ingin mengajak masyarakat di NTT sadar bahwa ada potensi sumber daya melimpah daun kelor yang mempunyai potensi bisnis. Timor Moringa ini pun ia geluti sejak Januari 2018.

“Tujuannya ke masyarakat, tetapi juga ke anak muda. Mereka ini tidak akan percaya kalau belum melihat, maka terciptalah produk saya itu awalnya cokelat kelor tapi sekarang sudah ada teh daun kelor,” jelas Meybi dilansir tabloidsinartani.com

Olah makanan berbahan kelor

Sejak tahun 2018 lalu, Meybi menciptakan makanan atau snack yang berbahan dasar daun kelor. Setelah melakukan beberapa eksperimen, akhirnya ia memutuskan untuk menciptakan coklat kelor. Ia sengaja memilih daun kelor karena dirinya telah akrab dengan daun kelor sejak kecil di Kupang, tempat tinggalnya.

Ia menciptakan beberapa varian produk coklat kelornya dengan mencampur rempah-rempah Indonesia. Misalnya dengan menambahkan ekstrak kayu manis, jahe atau cabe untuk mendapatkan cita rasa spicy.

Karena aktivitasnya inilah ia terpilih menjadi salah satu dari 30 finalis Duta Petani Muda 2018. Tentu hal ini di luar dugaannya. Karena awalnya ia mendaftar atas permintaan temannya.

Tidak hanya itu, dalam program pengembangan sociopreneurship “Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu” yang diselenggarakan PT Santos Jaya Abadi, Meybi berhasil menjadi juara pertama. Dia berhasil membawa pulang hadiah Rp 250 juta, serta mentoring bersama wirausahawan Yoris Sebastian selama 6 bulan. (*)

Apa Tanggapan Anda ?