Suasana Museum Teknoform. foto: ist

Opini

Mengenal Museum Teknoform, Tempat Wisata Belajar IT


Siedoo, Menanggapi era industri 4.0 yang digadang-gadang sebagai zaman digital, kaum muda dituntut untuk mengikuti teknologi. Terlebih harus menciptakan perubahan dan inovasi di era kini. Hal itu menjadi dasar yang perlu diketahui pelajar dengan mengenal Information Technology (IT).

Museum ini didirikan Listya Sidharta untuk memudahkan orang mengetahui, melihat, mengenal, dan mengerti keberadaan benda-benda masa lampau. Sehingga dibuatlah Museum Teknologi Informasi yang berada di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Museum dikenal dengan sebutan Museum Teknoform tepatnya di Stikom Surabaya lantai 1 Jalan Raya Kedung Baruk 98. Museum Teknoform dapat dijadikan sarana pendidikan di luar sekolah sekaligus tempat wisata belajar IT. Pengunjung bisa napak tilas melihat langsung koleksi dengan kasat mata dan mendapatkan informasi langsung tanpa sekedar browsing di internet.

Museum Teknoform merupakan satu-satunya museum IT di Indonesia yang diresmikan 2017 lalu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Sebagai kampus IT, Stikom Surabaya memberikan wadah generasi muda mengenal cikal bakal teknologi pada masa sekarang. Selain itu, Listya sebagai pendiri museum menjadikan sebagai persembahan sembangsih alumni pada almamaternya.

Begitu masuk, pengunjung akan melihat dua bagian penataan koleksi di atas dan bawah. Bagian bawah, pengunjung akan disuguhi perkembangan teknologi informasi dari masa ke masa. Mulai era premekanikal (3000 SM-145), era mekanik (1950-1840), era elektromekanikial (1840-1940), hingga era elektronik (1940-sekarang). Sedangkan bagian atas diurutkan jenis perangkat komputer dari tahun ke tahun dari input, output, media penyimpanan hingga jaringan komputernya.

Koleksi tertua di museum yaitu mesin kalkulator mekanik, Addiator yang dibuat tahun 1920. Sedangkan teknologi paling baru yaitu kacamata Virtual Reality (VR) dan Virtual Laser Keyboard. Semua barang yang berada di museum didapatkan dari koleksi pribadi pendiri, berburu di pasar loak dan berbagai sumbangan donatur karena Museum Teknoform sangat terbuka jika ada yang bersedia menyumbangkan barangnya.

Baca Juga :  Bahaya, Memaksa Anak Usia Dini Kuasai Calistung

Sebagai destinasi wisata di Surabaya, dalam setahun museum Teknoform mendapat kunjungan lebih dari 1300 pengunjung. Mulai dari pelajar SD, SMP, SMA dan bahkan dari perguruan tinggi di luar Jawa yang berantusias untuk datang. Museum dibuka setiap Senin-Jumat pada jam kerja. Untuk masuk ke museum ini tidak dipungut biaya alias gratis.

*Elsa Pebriatanti, S.Hum

Staf Public Relation di Stikom Surabaya

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang