Opini

Konsep Mengajar ala Ki Hadjar Tetap Relevan Sepanjang Zaman

Siedoo, Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara sebenarnya telah memberikan konsep yang tepat untuk menilai hasil pembelajaran yang dilakukan oleh guru, yakni siswa bisa niteni, nirokake, dan nambahi.

Niteni artinya siswa mampu menyerap teori dasar, sehingga ilmu bisa dijadikan langkah-langkah reka ulang (nirokake/menirukan). Kemudian memacu siswa untuk menambah (nambahi) atau mengembangkan menjadi karya baru yang lebih canggih dibanding karya sebelumnya.

Hal demikian itu berarti pembelajaran yang telah diberikan oleh guru berhasil dengan sukses. Siswa menguasai kompetensi dan mampu mengembangkan. Hasil pembelajaran seperti inilah yang mestinya dipahami dan dan dijadikan salah satu instrumen keberhasilan di dunia pendidikan.

Kurangnya pemahaman masalah di atas karena penilaian guru masih didasarkan kepada kelengkapan administrasi mengajar. Bukan berdasarkan hasil mengajar.

Tetap Relevan Sepanjang Zaman

Guru harus bisa membuat siswa niteni. Sehingga siswa mampu menyerap ilmu secara maksimal. Dengan demikian siswa mampu menguasai teori-teori yang diajarkan guru. Kemudian nirokake dengan cara mempraktikkan teori yang dikuasai.

Selanjutnya siswa mampu nambahi dengan mengembangkan ilmu melalui inovasi-inovasi yang dilakukan. Hal ini telah dibuktikan dengan berkembangnya pendidikan vokasi yang digencarkan lembaga pendidikan tanah air.

Konsep mengajar Ki Hadjar Dewantara jelas tetap relevan sepanjang zaman. Siswa tidak cukup hanya kenyang teori, namun mampu memiliki lifeskill. Sehingga diharapkan siswa setelah lulus tidak hanya mencari pekerjaan, namun mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Dengan konsep mengajar di atas, Ki Hadjar Dewantara telah meletakkan dasar pendidikan Indonesia. Bahwa anak Indonesia selain memiliki ketakwaan, karakter, kecerdasaan, juga memiliki kecakapan hidup. (*)

Narwan, S.Pd

Guru SD Negeri Jogomulyo Kecamatan Tempuran

Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?