Ilustrasi pendidikan vokasi. foto: kemdikbud.go.id

Nasional

Soal Pekerjaan, Lulusan Pendidikan Vokasi Lebih Unggul


SURABAYA – Dalam mendapatkan pekerjaan, lulusan pendidikan vokasi lebih menjanjikan dibanding lulusan perguruan tinggi. Angka pengangguran dari pendidikan vokasi mengalami pengurangan. Sementara perguruan tinggi mengalami kenaikan.

Meski begitu, pendidikan vokasi tetap memiliki tantangan. Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program D1 hingga D4. Lalu apa tantangannya?

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Patdono Suwignjo menyebut ada tiga tantangan. Pertama, mindset masyarakat yang belum menempatkan pendidikan vokasi sebagai prioritas utama dalam melanjutkan pendidikan.

Lalu kedua, belum optimalnya keterlibatan dunia industri dalam pengembangan pendidikan vokasi. Ketiga, perguruan tinggi swasta belum mau membuat politeknik, sehingga jumlah pendidikan vokasi masih terbatas dan didominasi dari perguruan tinggi negeri.

“Selama ini para orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke universitas dibanding politeknik. Kita perlu menyadarkan masyarakat agar mau sekolah vokasi. Kita perlu buat politeknik menjadi pilihan yang menarik,” katanya dilansir jpnn.com.

Ditekankan, perlunya mengubah kurikulum pada pendidikan vokasi yang lebih mengacu pada industri. Kurikulum tersebut, menurutnya perlu mengacu pada kurikulum vokasi di Jerman yang mengaplikasikan dual sistem. Yakni, 50% pembelajaran di perguruan tinggi dan 50% praktik di industri.

Pendidikan vokasi diyakini bisa meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia di dunia kerja. Jika pendidikan di universitas melahirkan akademisi berijazah, maka pendidikan vokasi melahirkan tenaga terampil bersertifikat yang sudah tentu juga memiliki ijazah. Hal inilah yang menjadi nilai tambah yang dibutuhkan oleh industri.

“Pendidikan vokasi seperti politeknik tidak hanya memberikan ijazah karena ijazah kurang laku untuk digunakan melamar pekerjaan di industri. Yang laku adalah sertifikat kompetensi yang dikeluarkan dari lembaga kredibel,” jelasnya saat di Surabaya.

Baca Juga :  Harapan Rektor Bisa Membela Perusahaan Dalam Negeri

Dinyatakan, jumlah lulusan universitas yang menganggur bertambah. Tahun ini penambahannya mencapai 10%.

“Data BPS menyebutkan lulusan universitas yang menganggur bertambah 10%. Sedangkan lulusan pendidikan vokasi berkurang 30%. Sementara saat ini, politeknik hanya ada 5,4% dari perguruan tinggi di Indonesia,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
SD Mutual Kota Magelang