Proses perakitan pada KJI Busur oleh tim ITS.

Nasional

Perpaduan Apik Mahasiswa ITS Juarai Kompetisi Jembatan Indonesia


SURABAYA – Perpaduan mahasiswa antarjurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur membuahkan hasil yang positif. Tim ITS berhasil menjuarai Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-14 dan Juara III dalam Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-10 di Universitas Hassanudin, Makassar, yang berakhir pada Ahad (2/12) malam. ITS memenangkan tiga kategori dari enam kategori yang dilombakan pada kelas KJI Baja.

Pembina KJI, Aniendhita Rizki Amalia ST MT menjelaskan, berbeda dari tahun lalu, pada tahun ini tim ITS merupakan perpaduan dari mahasiswa Diploma dan Sarjana. “Timnya dari dua departemen, yakni Departemen Teknik Sipil (sarjana, red) dan Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (diploma, red), bisa dibilang ini merupakan prestasi bersama yang berhasil ditorehkan oleh ITS,” katanya bangga.

Ketiga kategori yang dimenangkan yakni, kategori Kesesuaian Implementasi Terhadap Rancangan meraih Terbaik, kategori Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Terlengkap, dan kategori Jembatan Terkokoh. ITS juga berhasil memenangkan satu dari enam kategori yang dilombakan pada kelas KJI Canai Dingin. Kategori implementasi terhadap rancangan terbaik, turut mengantarkan ITS untuk bertengger di urutan kedua pada KJI Canai Dingin.

“Anak-anak sudah berusaha dengan maksimal, ini benar-benar suatu kebanggaan,” jelas Aniendhita.

Ia pun menyatakan rasa bangganya atas raihan Tim KJI bimbingannya tersebut. Terlebih dengan predikat juara umum ini, ITS berhasil mengulang kejayaannya pada tahun 2015.

Pembina KJI Baja, Raden Buyung Anugraha Affandhie ST (tiga dari kanan) memamerkan piala Juara Umum KJI 2018.

Untuk KJI Busur sendiri, ia meyakini kekuatan mental saat bertanding menjadi penghambat bagi tim ITS untuk meraih juara. Sebenarnya, tim KJI Busur sendiri sudah sering juara lomba.

“Namun, pada kompetisi ini anak-anak bilang kalau mereka grogi,” ungkap pembina KJI Canai Dingin tersebut.

Sementara itu, untuk regenerasi tim, sudah mulai disiapkan melalui keikutsertaan kru yang berasal dari mahasiswa angkatan 2016 dan 2017. Ke depan, akan diadakan evaluasi untuk memperbaiki kinerja tim ITS pada kompetisi selanjutnya.

“Nanti akan kami adakan evaluasi setelah euforia kemenangan ini selesai,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?