Prof Ir Joni Hermana MScES PhD ketika mengunjungi salah satu stan produk kreatif Tanggulangin.

Daerah

ITS Turun Tangan Kembangkan Ekonomi Sidoarjo


SURABAYA – Pada saat ini, produk-produk kreatif asal Sidoarjo, Jawa Timur sudah mencapai cakupan pasar yang sangat luas, bahkan sampai ke Amerika. Namun sayangnya, merek yang digunakan masih belum menggunakan merek sendiri.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berpikir bahwa, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo memiliki potensi yang sangat besar untuk masuk ke pasar internasional. Namun yang menjadi hambatannya sekarang adalah akibat adanya bencana lumpur dan perubahan dalam berperilaku. Itu membuat seolah-olah kejayaan dari Tanggulangin sudah berlalu.

“Untuk itu, ITS berusaha membantu dalam pemilihan merek dalam hal industri-industri kreatif yang ada di Tanggulangin agar bisa mencapai kejayaan yang lebih nantinya,” kata Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD.

Guru besar Departemen Teknik Lingkungan ITS ini menjelaskan, pengembangan sistem bisnis yang sesuai pada sistem zaman saat ini juga penting. Target pasar yang ditujukan juga tidak hanya mencakup generasi sekarang. Namun harus bisa mencakup sampai pada generasi milenial. Hal tersebut merupakan poin menarik bagi ITS untuk melakukan beberapa kajian.

“Agar mampu menjadikan Tanggulangin sebagai primadona dalam dunia industri kreatif di Indonesia ataupun sampai dunia internasioanal,” ungkapnya.

Perhatian ITS ke Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo ini bukan tanpa alasan. Setelah dilanda bencana semburan lumpur pada tahun 2006 silam, sentra perekonomian termasuk juga Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mengalami beberapa hambatan. Melihat hal tersebut, ITS Surabaya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (RI) sepakat menjalin kerjasama revitalisasi industri kreatif Tanggulangin.

Pasar Kreatif Tanggulangin merupakan bagian dari progam Kementerian Perindustrian untuk revitalisasi industri di Kecamatan Tanggulangin yang sudah dimulai sejak 2017 silam. Hal tersebut juga merupakan kegiatan terpadu yang melibatkan semua potensi ekonomi.

Termasuk sentra-sentra kerajinan yang menjadi basis ekonomi kerakyatan. Dengan demikian dapat diharapkan peningkatan merek dari sentra-sentra UKM di Kecamatan Tanggulangin tersebut menjadi meningkat.

Rektor menerangkan, yang menjadi tantangan semua pihak saat ini di Sidoarjo bukan hanya masalah lumpur lapindo. Namun dalam skala global ialah sistem otomasi, robotika, dan ilmu teknologi. Salah satunya adalah hampir pada semua sistem perdagangan konvensional yang ada saat ini sedang mendapati sebuah ancaman.

“Seperti tantangan besar yang dihadapi oleh hampir semua mal-mal besar untuk mempertahankan usahanya. Karena sekarang banyak orang yang suka memilih belanja online daripada harus jauh-jauh pergi ke mal,” kata Joni.

Hal tersebut yang menjadi daya tarik tersendiri bagi ITS dalam melakukan kerja sama dengan Pemkab Sidoarjo. Dengan begitu, diharapkan terciptanya usaha-usaha kreatif baru bagi masyarakat di Tanggulangin. (Siedoo) 

Apa Tanggapan Anda ?