Kepala Pusbangfilm, Maman Wijaya menjelaskan paket bantuan perfilman dari pemerintah, pada acara Bimbingan Teknis dan Penandatanganan Naskah Kerja Sama Bantuan Pemerintah Pengembangan Perfilman di Jakarta (31/10/2018). (Foto: kemdikbud.go.id)

Nasional

Dukung Perfilman di Sekolah Daerah 3T, Kemendikbud Kirim Paket Perfilman


JAKARTA – Guna mendukung pengembangan perfilman pendidikan di sekolah-sekolah termasuk di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membagikan 51 paket bantuan perfilman. Paket yang diberikan melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) tersebut terdiri dari 20 alat pembuatan film, 20 alat menonton film di ruang terbuka, dan 11 unit mobil bioskop keliling.

Bantuan diberikan kepada sekolah, dinas pendidikan daerah, Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta komunitas perfilman. Kepala Pusbangfilm, Maman Wijaya mengatakan dalam evaluasi tahun sebelumnya, terdapat daerah-daerah tertentu yang tidak mampu dijangkau oleh mobil bioskop keliling. Sehingga tahun ini pemerintah juga membagikan peralatan menonton film yang bisa digunakan di ruang terbuka.

Pada acara Bimbingan Teknis dan Penandatanganan Naskah Kerja Sama Bantuan Pemerintah Pengembangan Perfilman di Jakarta, Maman mengungkapkan, pengalaman di lapangan ada kalanya pemutaran tidak bisa dilakukan karena mobil tidak mampu ke pelosok. Jalannya tidak mencukupi untuk mobil berukuran besar. Namun jika dengan peralatan pemutaran tanpa mobil, bisa dilakukan pemutaran film di daerah itu.

“Sesuai dengan kebijakan awal, peralatan pemutaran film tanpa mobil ini ditujukan ke daerah 3T. Sehingga, masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah 3T juga bisa menikmati film Indonesia,” ungkap Maman.

Bertujuan mendukung pengembangan perfilman di dunia pendidikan, Pusbangfilm juga memberikan alat produksi film kepada sekolah, baik dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). Maman meminta agar bantuan bisa dimanfaatkan dengan baik dan penerima bantuan bisa mengajak instansi maupun lembaga lain di daerahnya untuk bisa ikut memanfaatkan fasilitas yang sudah didapatkan.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Komunikasi Publik, Nasrullah, berpesan alat yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Bapak Menteri berpesan lebih baik rusak karena digunakan dari pada rusak karena nganggur,” ujarnya.

Dikutip dari kemdikbud.go.id, beberapa penerima peralatan produksi film, di antaranya, SMAN 8 Mataram (NTB), SMK Kertanegara Kuaro (Kalimantan Timur), dan SMKS Pembina Bangsa Bukittinggi (Sumatera Barat). Kemudian penerima bantuan perlengkapan menonton film di antaranya adalah Komunitas Sumbawa Cinema Society dari NTB, Balai Teknologi dan Komunikasi Pendidikan Provinsi Maluku, serta Museum Balanga Kalimantan Tengah.

Sedangkan beberapa instansi penerima bioskop keliling adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?