Foto Dr. Adel Bin Zaid Al-Tofaifi, (Sumber : http://www.al-monitor.com)

Tokoh

Adel bin Zaid Al-Tofaifi, dari Jurnalis Bertengger ke Kursi Menteri

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

Siedoo.com, – Mungkin hanya sedikit orang yang mengetahui siapa Adel bin Zaid Al-Tofaifi. Kita pasti akan mengerutkan jidat siapa itu? Jika saya bilang sedikit yang mengenalnya wajar, karena kita berada di negara Indonesia. 

Adel bin Zaid Al-Tofaifi adalah Menteri Kebudayaan dan Informasi Arab Saudi. Nah, jika kita sebut Arab Saudi, pikiran kita pasti langsung mengenal rajanya. Ya, Raja yang sekarang sedang berkunjung di Pulau Dewata, Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud. Beberapa hari yang lalu telah terjadi kesepakatan antara Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi.

Baca : Dua Kesepakatan Menarik Hasil Pertemuan Raja Salman dan Jokowi). 

Kembali ke Adel bin Zaid Al-Tofaifi, beliau telah menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy. Kalau Mendikbud Indonesia kita semua sudah mengenalnya, tetapi jika Menteri Pendidikan dari Arab Saudi belum kita kenal.

Adel bin Zaid Al-Tofaifi lahir pada 1979 silam. Jadi, umurnya sekarang sekitar 38 tahun. Dengan umur yang belum genap 40 tahun, beliau telah diberi tanggung jawab menjadi Menteri Pendidikan di Kerajaan Arab Saudi. Bahkan ketika diangkat menjadi menteri pada 29 Januari 2015, masih berusia 36 tahun. Banyak bidang yang pernah dilewatinya. Sebelum mejadi menteri, Adel bin Zaid Al-Tofaifi fokus menjadi jurnalis saudi dan spesialis dalam urusan timur tengah.

Pendidikan dan Karir Adel bin Zaid Al-Tofaifi

Adel bin Zaid Al-Tofaifi lahir pada tahun 1979. Sedikit yang dapat diketahui dari masa kecilnya, tetapi pada 2008 beliau menerima gelar master dalam konflik internasional Kingston University, London. Dan menyelesaikan studi Ph.D dalam hubungan internasional di London School of Economics dan Ilmu Politik pada 2012.

Untuk karir, dimulai bergelut dijurnalistik pada 2000-an sebagai penulis opini dan komentator untuk koran arab dan surat kabar asing. Jadi menginjak usia 21 tahun, beliau sudah berperan aktif menulis di media lokal maupun internasional. Untuk media lokal tiap minggu aktif menulis di surat kabar Al Riyadh.

Pada 2003, ia mulai menulis di Al Watan serta menulis mingguan untuk halaman pendapat Asharq Al Awsat. Pada 2010 mulai menjadi editor di The Majalla dan Asharq Al Awsat. Pada 11 Desember 2012 Adel bin Zaid Al-Tofaifi menjadi Pimpinan Redaksi Asharq Al Aswat. Pada 22 November 2014, ia juga diangkat menjadi General Manager dari Al Arabiya News Channel.

Prestasi

Dari beberapa prestasi Adel bin Zaid Al-Tofaifi, prestasi utama beliau adalah meluncurkan versi majalah digital dalam bahasa Arab, Inggris, dan Persia. Selain itu menjadi General Manager di Al Arabiya News Channel. Dan pada 2015, Adel bin Zaid Al-Tofaifi diangkat menjadi Menteri Kebudayaan dan Informasi kerajaan Arab Saudi.

Arah Kebijakan Adel bin Zaid Al-Tofaifi

menurut Adel bin Zaid Al-Tofaifi , Arab Saudi telah menjadi rujukan dalam dunia pendidikan Islam. Karena di kerajaan tersebut terdapat universitas unggulan seperti universitas King Abdul Aziz di Jeddah dan Universitas Ummul Quro di Makkah. Universitas tersebut menjadi tempat belajar banyak pelajar islam dari seluruh dunia. Menteri Adel bin Zaid Al-Tofaifi membuat Nota Kesepahaman dengan Mendikbud Republik Indonesia serta dengan Menteri Ristekdikti Republik Indonesia. Karena merasa untuk pendidikan selain Islam, negara Indonesia lebih unggul.

Ada 3 hal pokok yang disepakati dengan Mendikbud, yaitu pada bidang promosi, kesenian, dan budaya. Serta, dengan Kemenristekdikti terdapat kesepakatan tentang bidang Scientific dan pendidikan tinggi.

Conclusion

Adel bin Zaid Al-Tofaifi memulai karir dari jurnalis dan dalam beberapa tahun. Fokus dalam bidang tersebut sambil menaikkan level pendidikannya dengan melanjutkan ke tingkat s2 dan s3. Untuk sebuah kerajaan, maka Menteri adalah jabatan tertinggi setelah raja. Dengan umur yang masih dibilang muda sudah dipercaya mengemban amanah memimpin bidang kebudayaan dan informasi kerajaan. Jadi untuk kita semua, terutama yang masih muda, selalu fokus dengan apa yang kita lakukan.

Kembangkan atau tingkatkan kemampuan, baik secara formal maupun informal. Amanah tidak mengenal usia, tetapi mengenal kemampuan, sudah pantaskah kita menerima amanah tersebut. Seperti Adel bin Zaid Al-Tofaifi yang diberi amanah ketika usianya masih muda.

Apa Tanggapan Anda ?