Daerah

Tingkatkan Kepedulian Alam, Udinus Tanam Mangrove

SEMARANG - DALAM mengatasi abrasi yang terus menggerus daerah pesisir di Semarang, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menanam 4.000 bibit mangrove di wilayah Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah. Bibit tersebut langsung ditanam oleh mahasiswa dan sivitas akademika Udinus secara serentak.

Kegiatan bertajuk Udinus Care Conservation (UCC), merupakan rangkaian kegiatan Dinus Inside 2018. UCC diikuti oleh 100 mahasiswa yang terdiri dari 50 mahasiswa perwakilan organisasi kemahasiswaan dan sisanya dari perwakilan mahasiswa baru Udinus.

Salah satu panitia Dinus Inside 2018, Jaka Prasetya, M.Kes, mengatakan pembagian dan penanaman bibit mangrove merupakan upaya Udinus untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari. Selain itu, kegiatan tersebut juga meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan yang ada di sekitar.

“Kegiatan ini juga sebagai perayaan Udinus menyambut 3.857 mahasiswa baru. Kami juga ingin meningkatkan kepedulian dari mahasiswa baru untuk mencintai alam,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ke depan akan melakukan pelestarian mangrove dengan tetap mengajak masyarakat. Rencananya, kegiatan UCC akan terus dilakukan berkesinambungan.

“Kami juga menggandeng masyarakat sekitar untuk tetap menjaga mangrove agar tumbuh subur. Adanya mangrove ini sangat membantu perekonomian masyarakat di sana, selain juga merawat alam kita. Mahasiswa tidak hanya kegiatan akademis saja, tetapi juga kegiatan sosial. Karena aksi seperti hari ini menentukan masa depan anak Indonesia,” ungkapnya.

Hutan mangrove memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga ekosistem pesisir dan juga mencegah abrasi di daerah tersebut. Tak hanya itu, mangrove juga menjadi sumber penghasil oksigen dan penyerap karbon dioksida yang baik. Dari segi ekonomi, hutan mangrove dapat menjadi objek wisata sekaligus mampu dijadikan sebagai pengembangan berbagai ikan.

Mahasiswa peduli lingkungan.

Mahasiswi baru asal Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), Ain Nabila, merasa senang mengikuti konservasi yang diadakan di wilayah Mangunharjo. Hal itu menjadi pengalaman pertama bagi mahasiswi tersebut. Ia juga menyarankan agar para mahasiswa tidak apatis terhadap keadaan alam sekitar.

“Saya senang mengikuti kegiatan ini. Baru pertama kali saya menanam langsung mangrove dan juga bisa berkumpul dengan teman-teman. Walaupun panas menyengat karena dekat dengan laut, saya tetap senang karena ini jadi pengalaman berharga,” tuturnya.

 

Siedoo/Udinus/NSK

Apa Tanggapan Anda ?