Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD, Ketua Lab Beton ITS (kanan) bersama Ketua Tim Gabungan ITS Ir Faimun MSc PhD ketika ditemui di Lab Beton Teknik Sipil ITS.

Nasional

Peduli Bencana Lombok, ITS Kirimkan Tim Khusus


SURABAYA – Bencana alam yang menerjang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menarik perhatian berbagai pihak. Tidak terkecuali para akademisi yang ikut memberikan simpati terhadap kondisi tersebut. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur mengirimkan tim ahli untuk membantu para korban.

Tim Gabungan dari Departemen Teknik Sipil itu untuk membantu masyarakat setempat yang terdampak. Mereka nantinya akan mengidentifikasi rumah warga setempat untuk dilakukan renovasi kembali.

ITS juga menggandeng tim dari Unram (Universitas Mataram) sebagai partner dalam membantu masyarakat setempat. Saat ini pihak ITS masih menunggu konfirmasi pasti dari pihak Unram untuk mendampingi. Empat orang yang terlibat di dalam tim, akan berangkat ke Lombok pada Rabu (8/7/2018).

“Pihak Unram saat ini masih berfokus dengan keluarga mereka masing-masing di sana. Kita (tim ITS, red) akan terjun selama tiga hingga empat hari di sana,” kata Faimun, Ketua Tim Gabungan.

Tim gabungan dari Departemen Teknik Sipil ITS nantinya juga akan memberikan software yang bernama Rapid Visual Screening ITS (R.V. SITS) kepada tim dari Unram. Software ini berfungsi untuk mitigasi bangunan tahan gempa, yang bisa mengetahui sebuah konstruksi lemah terhadap gempa atau tidak.

“Semoga alat tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat di sana melalui Unram sebagai perwakilan atas hibah software tersebut. Karena software ini harus dijalankan oleh ahli, jadi tidak bisa masyarakat langsung yang mengoperasikannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lab Beton Teknik Sipil ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD mengatakan, Tim Gabungan yang akan dikirimkan ini merupakan bagian dari Pusat Studi Kebumian Bencana dan Perubahan Iklim (PSKBPI) ITS.

Rencananya, dari 10 orang yang berada di PSKBPI ITS akan ada empat orang yang akan terjun langsung ke lapangan. Terdiri dari Ir Faimun MSc PhD, Dr Wahyuniarsih, Dr Endah Wahyuni dan Chandra Irawan ST MT.

Tugas Tim Gabungan ITS ini nantinya adalah membantu masyarakat setempat untuk mengevaluasi rumah-rumah mereka. Akan dipetakan mana rumah yang masih layak huni, rumah yang harus diperkuat dan mana rumah yang berbahaya atau sudah tidak boleh ditempati.

“Di sana nantinya kami akan menggandeng tim dari Unram (Universitas Mataram, red) sebagai partner kami dalam membantu masyarakat setempat,” jelas mantan Rektor ITS ini.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua Senat Akademik ITS ini mengatakan, selain membantu masyarakat setempat dalam mengevaluasi rumah-rumah mereka, kunjungan tim gabungan ITS juga bertujuan membagi pengalaman, pengetahuan. Serta, menyosialisasikan kepada masyarakat bagaimana tentang membangun rumah dengan struktur tahan gempa. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?