INISIATOR.  Guru BK SMPN 2 Kota Magelang, Wiwit Purnomo menjadi inisiator Aplikasi Akuwani. (foto: hesti/siedoo)
Siedoo.com - INISIATOR.  Guru BK SMPN 2 Kota Magelang, Wiwit Purnomo menjadi inisiator Aplikasi Akuwani. (foto: hesti/siedoo)
ADV Inovasi

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, SMPN 2 Kota Magelang Hadirkan ‘Akuwani’, Siapa Inisiatornya?

MAGELANG, siedoo.com – SMPN 2 Kota Magelang mewujudkan penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA) tanpa ada kekerasan dan bullying. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi berbasis android, Akuwani.

Aplikasi tersebut berfungsi mewadahi laporan, keluhan, dan pengaduan siswa hingga orang tua siswa apabila terjadi tindak kekerasan di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Kekerasannya antara lain, bullying, pelecehan, diskriminasi, intoleransi, pemalakan dan lain-lain.

Aplikasi tersebut diinisiasi oleh Wiwit Purnomo. Ia merupakan salah satu guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah setempat. Ide tersebut diawali dengan keresahan akan maraknya berita bullying akhir-akhir ini.

“Biasanya peristiwa-peristiwa itu (kekerasan) terjadi di luar sepengetahuan Bapak Ibu Guru. Murid kadang takut untuk menyampaikan. Maka, kita berusaha untuk antisipasi kejadian tersebut dengan memfasilitasi mereka untuk bisa melaporkan ke pihak sekolah. Jadi bisa kita bantu mereka untuk meyelesaikan masalah yang mereka alami,” jelasnya.

Saat ini, aplikasi dipegang satu admin. Laporan yang masuk nantinya akan direkap. Setelahnya akan ditindaklanjuti.

“Ada prosedur dalam menindak lanjuti laporan yang masuk. Pelaporan secara online melalui aplikasi, lalu direkap admin, nanti disampaikan pada guru BK, guru wali kelas, guru mata pelajaran tergantung permasalahannya. Guru yang bersangkutan melakukan konfirmasi kepada pelapor, setelahnya terbukti laporan benar akan segera ditindaklanjuti,” ungkap Wiwit.

Untuk menunjukkan bagaimana mekanisme penggunaan Akuwani, para guru mensosialisasikan aplikasi pada siswa saat jam pelajaran Bimbingan Konseling. Selain itu, sekolah juga menyediakan video tutorial di Youtube.

Penggunaan aplikasi ini dimulai dari login menggunakan username dan password umum. Lalu disajikan beberapa menu, seperti bullying, pelecehan, intoleransi, diskriminasi, pemalakan, dan lain-lain.

Kemudian, pelapor dapat mengisi formulir yang tersedia, yaitu nama pelapor, pelaku, waktu dan tempat kejadian, korban, dan lain-lain.

Baca Juga :  Dilematis, ITS Terapkan Program Khusus Kurangi Penggunaan Plastik

Para siswa menyambut antusias aplikasi Akuwani ini. Hal tersebut ditunjukkan dengan survei yang dilakukan sekolah pada siswa terhadap aplikasi ini.

“Kami sedang membuat survei, yang mengisi sudah sekitar 90 siswa. Mayoritas mereka antusias,” tutur Wiwit.

Seperti halnya para siswa, para guru pun menanggapi baik dan mendukung adanya aplikasi tersebut. Sebelumnya, para guru diberi kesempatan untuk melihat dan menginstal Akuwani. Beberapa guru turut memberikan masukkan untuk pengembangan aplikasi.

Wiwit Purnomo mengharapkan agar aplikasi Akuwani juga dapat dimanfaatkan sekolah-sekolah lain.

Sejauh ini, Akuwani telah dibagikan dengan tiga sekolah lain. Diantaranya SMPN 7, SMPN 11, dan SMPN 13 Kota Magelang.

“Sudah ada aplikasinya. Sudah ada adminnya di sekolah masing-masing untuk laporan. Tampilannya pun sama,” jelasnya.

Kedepannya, aplikasi Akuwani akan terus di-update, seperti login dengan ID untuk masing-masing siswa agar lebih aman, ada menu menambahkan foto hingga video untuk memperkuat bukti, dan sebagainya. (hesti/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?