GURU. Orientasi para Guru PAI Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Malang, Rabu (15/3/2023). (foto: kemenag)
Siedoo.com - GURU. Orientasi para Guru PAI Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Malang, Rabu (15/3/2023). (foto: kemenag)
Nasional

Biar tak Andalkan Mbah Google dalam Belajar Agama, Guru Perlu Dampingi Siswa

MALANG, siedoo.com – Para guru diminta terus meningkatkan kapasitas dirinya agar dapat mengikuti perkembangan zaman. Dengan begitu, para guru juga dapat mendampingi belajar siswa dengan lebih baik. Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag Amrullah.

“Para guru PAI harus meningkatkan penguatan dan kapasitas diri, karena guru PAI kehadirannya tidak bisa digantikan oleh mesin maupun kemajuan teknologi. Jangan biarkan anak-anak SMA mencari informasi hanya berdasarkan googling tanpa ada pendampingan,” ujarnya dilansir dari laman resmi Kemenag, Jumat 17 Maret 2023.

Pesan ini disampaikan Amrullah saat membuka Orientasi para Guru PAI Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Malang, Rabu (15/3/2023).

Giat ini diikuti para guru PAI SMA/SMK dari 12 Provinsi, yaitu: Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Orientasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalitas guru PAI. Mereka mendapat sejumlah materi, antara lain tentang pemanfaatan Google Workspace for Edu.

“Agar bisa menunjang efektifitas pembelajaran PAI SMA dan SMK,” ujarnya.

Para guru juga mendapat materi Praktik Penyusunan Modul Pembelajaran Kurikulum Merdeka PAI serta pelatihan menginsersi muatan Moderasi Beragama pada Kurikulum Merdeka tersebut.

Kepala Sub Direktorat PAI pada SMA/SMK dan SMALB Adib Abdushomad menerangkan bahwa saat ini untuk mencari sumber ilmu pengetahuan memang semakin mudah dan gampang. Namun, guru harus tetap menjadi rujukan utama siswa.

“Orientasi ini salah satunya bertujuan agar para guru tetap update atas informasi dan perkembangan abad 21 ini,” ujar Adib.

Selama orientasi, para guru juga mendapat materi cara mengintegrasikan Berpikir Kritis (Critical Thinking) dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, alias Higher Order Thinking atau HOT dari Dosen Flinder University Australia.

Baca Juga :  Terkait Integritas, Mahasiswa UM Magelang Teliti Pengemudi Gojek

“Mereka kita wajibkan juga melakukan tindak lanjut atas hasil atau output dari kegiatan orientasi pengembangan pembelajaran PAI abad 21 ini,” pungkasnya. (kemenag/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?