KRENOVA. Sosialisasi Kegiatan Krenova Masyarakat di Pendopo Pengabdian, Jumat (24/2/2023). (foto: prokompimkotamgl)
Siedoo.com - KRENOVA. Sosialisasi Kegiatan Krenova Masyarakat di Pendopo Pengabdian, Jumat (24/2/2023). (foto: prokompimkotamgl)
Daerah Inovasi

Inovasi di Kota Magelang Mengalami Penurunan, Masyarakat Didorong untuk Kembali Menggencarkannya

MAGELANG, siedoo.com – Masyarakat Kota Magelang didorong agar menciptakan kreativitas dan inovasi. Inovasi dianggap penting untuk mempercepat capaian target kinerja di segala bidang.

Terlebih kota tersebut memiliki potensi-potensi yang bisa dikembangkan. Dorongan itu muncul dari pemerintah setempat.

Inovasi di Kota Magelang mengalami penurunan akibat pandemi covid-19. Yakni, 45 inovasi pada tahun 2022. Pada tahun 2020 ada 68 inovasi dan tahun 2021 tercatat 69 inovasi.

“Oleh sebab itu, kita gencarkan masyarakat Kota Magelang untuk berpartisipasi menguatkan lagi inovasi. Saya yakin kreativitas masyarakat tidak terbatas, banyak potensi yang bisa dijadikan inovasi,” ungkap Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Handini Rahayu.

Hal tersebut katakannya saat Sosialisasi Kegiatan Krenova Masyarakat di Pendopo Pengabdian, Jumat (24/2/2023). Hadir sebagai narasumber Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz, Akademisi IST Akprind Yogyakarta Dr. Samuel Kristiyana, tenaga ahli Pemkot Magelang dan akademisi lainnya.

Untuk diketahui, inovasi Kota Magelang yang dilaporkan kepada pemerintah pusat adalah inovasi yang mempunyai nilai kematangan di atas 100 dan targetnya adalah sangat inovatif. Indeks Inovasi Daerah Kota Magelang tahun 2020 berada di peringkat 11 secara nasional.

Lebih lanjut, Handini menyebutkan bahwa berbagai upaya dilakukan pemkot untuk mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat. Salah satunya, pembentukan pamong inovasi yang tersebar di setiap OPD. Pamong bertugas menjadi agen inovasi.

“Fungsi pamong jadi agen inovasi di OPD yang nantinya bisa menggandeng masyarakat sesuai dengan bidangnya masing-masing. Saat ini ada 160 orang pamong tersebar di OPD di Kota Magelang,” sebut Handini.

Selain itu, Bappeda Kota Magelang juga mempunyai klinik inovasi yang dibuka untuk masyarakat umum. Masyarakat yang mempunyai gagasan bisa memanfaatkannya.

Baca Juga :  Pesawat Tanpa Awak, Solusi Distribusi Medis Antarpulau

Selanjutnya Handini mengemukakan, ada 10 strategi untuk meningkatkan inovasi masyarakat, yakni penerbitan Perda Nomor 5 tahun 2018 dan Perwal Nomor 55, tentang inovasi daerah.

Lalu mewajibkan OPD berinovasi, membuat SE one innovation one agency, evaluasi menyeluruh di setiap inovasi yang telah diterapkan untuk penyempurnaan.

Kemudian, reward bagi inventor, krenova masyarakat, penghargaan kompetisi inovasi OPD serta pemanfaatan dokumen proper diklatjab esselon II/III/IV. Selanjutnya melakukan sosialisasi bagi ASN dan Masyarakat dalam meningkatkan outcome dari inovasi daerah yang telah ditetapkan.

Lanjut Handini, komitmen kepala daerah dan seluruh OPD untuk berinovasi menuju perubahan budaya, melakukan kerja sama, replika hasil inovasi (renovasi) dengan pihak ketiga terutama untuk kegiatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kami juga melakukan evaluasi rutin dengan berjalan melalui uji coba atau penerapan inovasi daerah sebagai upaya pengembangan (upgrading dan updating),” jelas Handini.

Adapun krenova tahun 2023 temanya tidak jauh dari upaya mencapai visi misi 2021-2026 yaitu Magelang Maju Sehat Bahagia, melalui 9 program unggulan.

Tahun 2023 temanya pembangunan berkarya unggul untuk maju sehat dan bahagia. Sehingga krenova 2023 adalah untuk mendorong terwujudnya karya-karya unggul di segala bidang untuk kemajuan Kota Magelang.

Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz menambahkan, Kota Magelang adalah kota yang menyenangkan, masyarakatnya adalah orang-orang pilihan, namun perlu didorong agar tumbuh kreatifitas. Kreatifitas juga perlu didukung oleh pandangan tentang teknologi dan sebagainya.

“Warga Magelang adalah warga pilihan, tinggal mau atau tidak kita dorong kreatifitasnya. Kalau tidak didukung pandangan tentang teknologi ya sama saja, hanya akan jadi tontonan. Kita punya Magesty itu luar biasa, tapi masyarakat belum merasakan manfaatnya,” ucap Dokter Aziz. (prokompim/kotamgl/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?