BERSAMA. Foto bersama setelah kegiatan sosialisasi DKR Mungkid di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur, Senin (20/02/2023). (foto: haura/siedoo)
Siedoo.com - BERSAMA. Foto bersama setelah kegiatan sosialisasi DKR Mungkid di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur, Senin (20/02/2023). (foto: haura/siedoo)
ADV

Tambah Wawasan Berorganisasi, Siswa SMK Muhammadiyah 1 Borobudur Dikenalkan DKR Mungkid

MAGELANG, siedoo.com – Kegiatan sosialisasi Dewan Kerja Ranting (DKR) Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terlaksana di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur di aula sekolah setempat, Senin (20/2/2023) .

Kegiatan yang dikoordinatori anggota DKR Mungkid tersebut berlangsung selama satu jam, dimulai pukul 07.00 WIB.

DKR adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan tingkat kwartir ranting yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera.

DKR sendiri berkedudukan sebagai badan kelengkapan kwartir ranting yang berwewenang untuk mengelola Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di kwartir rantingnya.

Seluruh siswa kelas X SMK Muhammadiyah 1 Borobudur dan taruna, menjadi peserta dalam kegiatan itu.

Menurut Koordinator DKR Mungkid, Indriyani Nur Isnaeni, kegiatan tersebut untuk mengenalkan DKR Mungkid kepada siswa sekaligus perekrutan anggota. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menambah wawasan siswa dalam berorganisasi.

“Harapannya dari kegiatan sosialisasi ini, ada banyak anggota DKR dari SMK Muhammadiyah 1 Borobudur dan ada kerjasama berkelanjutan,” tambahnya.

Pembina Hizbul Wathan (HW), Assofiq Dwi Kurniawan, S. Pd., turut mengungkapkan kesannya dengan adanya kegiatan itu.

“Sosialisasi DKR ini sangat membantu siswa-siswi kelas X, karena mereka dilatih dan diberi wawasan baru tentang kegiatan DKR tersebut,” jelasnya.

Salah satu taruna dari kelas XI Tata Busana, Fara Agil Kusumaningrum mengaku melalui sosialisasi tersebut, ia mendapatkan pemahaman lebih lanjut mengenai DKR.

“Sebelumnya, kami (para siswa) belum mengenal apa itu DKR. Dengan adanya sosialisasi dari perwakilan DKR tadi, kami menjadi tau mengenai organisasi kepanduan lainnya selain HW,” tuturnya.

Terakhir, ia juga menyebutkan bahwa dari sosialisasi itu, sebagian dari peserta mulai tertarik untuk mengikuti organisasi luar sekolah. (haura/siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?